TribunJambi/

VIDEO: Pemprov Bersama BI Lakukan High Level Meeting TPID Provinsi Jambi

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi melakukan High Level Meeting TPID ‎Provinsi Jambi

‎Laporan Wartawan Tribunjambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -- Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi melakukan High Level Meeting TPID ‎Provinsi Jambi dan forum kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Jambi.

High level meeting TPID tersebut dilakukan di SwissBelhotel Jambi, Rabu (17/5) pagi. Dalam acara itu, hadir Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar, Kepala BI Jambi V Carlusa, sekda Provinsi Jambi, anggota TPID Jambi dan puluhan tamu undangn dari berbagai lembaga di Jambi.

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi melakukan High Level Meeting TPID ?Provinsi Jambi dan forum kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Jambi. High level meeting TPID tersebut dilakukan di SwissBelhotel Jambi, Rabu (17/5) pagi.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi melakukan High Level Meeting TPID ?Provinsi Jambi dan forum kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Jambi. High level meeting TPID tersebut dilakukan di SwissBelhotel Jambi, Rabu (17/5) pagi. (TRIBUNJAMBI/MUZAKKIR)

Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi melakukan High Level Meeting TPID ?Provinsi Jambi dan forum kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Jambi. High level meeting TPID tersebut dilakukan di SwissBelhotel Jambi, Rabu (17/5) pagi.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi melakukan High Level Meeting TPID ?Provinsi Jambi dan forum kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Jambi. High level meeting TPID tersebut dilakukan di SwissBelhotel Jambi, Rabu (17/5) pagi. (TRIBUNJAMBI/MUZAKKIR)

Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.

‎Kepala BI Perwakilan Provinsi Jambi V Carlusa mengatakan, inflasi penting untuk dikendalikn. Sebab inflasi mempunyai efek yang sangat banyak pada perekonomian.

Jika inflasi tinggi dan bergejolak, maka akan mengganggu investasi dan mengurangi minat untuk menabung.‎ Kemudian menunkan daya beli yang mengakibatkan ketimpangan sosial.

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi melakukan High Level Meeting TPID ?Provinsi Jambi dan forum kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Jambi. High level meeting TPID tersebut dilakukan di SwissBelhotel Jambi, Rabu (17/5) pagi.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi melakukan High Level Meeting TPID ?Provinsi Jambi dan forum kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Jambi. High level meeting TPID tersebut dilakukan di SwissBelhotel Jambi, Rabu (17/5) pagi. (TRIBUNJAMBI/MUZAKKIR)

Kemudian biaya menu rumah makan harus seting mengganti harga makanan, trus sulit membuat perencanaan pembangunan, atau anggaran selalu berubah.

"Jika inflasi tinggi, maka juga mengikis kepercayaan kepercayaan pada pemerintah atau biaya politik," kata V Carlusa.

Sementara jika inflasi rendah dan stabil maka akan memberikan manfaat seperti mereduksi semua situasi beban dari inflasi yang tinggi, kemudian mengarahkan ke suku bunga rendah yang memberikan beban pembiayaan usaha murah.

Trus berpihak pada kesejahteraan masyarakat dengan daya beli terjaga, kemudian daya saing meningkat yang kemudian menarik investasi. Memperbesar potensi DID menjadi salah poin penilaian‎.

Katanya, selama ini sumber inflasi diindonesia berasal dari kelompok pangan bergejolak, akibat permasalahan produksi,biaya logistik dan distribusi, panjangnya rantai pasokan dan tata niaga, pola tanam dan musim yang berubah-ubah.

"Ada tiga kelompok dalam penghitungan inflasi. Kelompok pangan bergejola (voalite foof), kelompok yang diatur harganya (administered price) kelompok sisanya (Core = inti)," jelas V Carlusa. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help