TribunJambi/

Musibah Banjir

Warga Minta Bantuan Pemkot, Banjir Masih Rendam Rumah Warga

Sejumlah rumah di Kota Sungai Penuh masih terendam banjir bandang. Seperti tiga desa di Tanjung kecamatan Hamparan Rawang

Warga Minta Bantuan Pemkot, Banjir Masih Rendam Rumah Warga
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Sejumlah rumah di Kota Sungai Penuh masih terendam banjir bandang. Seperti tiga desa di Tanjung kecamatan Hamparan Rawang dan beberapa desa terkena banjir. Dari pantauan di lapangan warga berharap upaya Pemkot Sungai Penuh untuk melakukan perbaikan yang tepat, selain itu memberikan bantuan. Pasalnya masih banyak warga yang tak bisa tinggal di rumahnya.

Seorang warga Tanah Kampung, Afrizal membenarkan bahwa sejumlah rumah warga di Kecamatan Tanah Kampung dan Hamparan Rawang sudah mulai terendam banjir. "Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Sungaipenuh beberapa terakhir ini membuat aliran sungai Batang Merao dan Batang Sangkir mulai naik dan meluap," katanya Senin (15/5).

Ia mengatakan Sungai Batang Sangkil dan Batang Merao yang berada di Tanah Kampung, Kota Sungaipenuh naik drastis. Hal ini membuat puluhan rumah warga di Kecamatan Tanah Kampung dan Hamparang Rawang mulai terendam.

Ia mengatakan wilayah Tanah Kampung yang mulai terndam banjir yaitu di desa Koto Tuo, Tanjung Bunga. Sedangkan di Kecamatan Hamparan Rawang, Tanjung, Tanjung Mudo, Paling Serumpun dan Koto Dian Rawang.

"Jika hujan deras terus mengguyur, warga yang berada aliran sungai harus waspada dengan meluapnya dua aliran sungai tersebut," katanya

Dari keterangan warga lainnya, belum ada upaya dan bantuan dari Pemkot. Walaupun kondisi banjir cukup parah. "

Kami berharap Pemkot tanggap bencana banjir, karena sudah banyak rumah yang mulai terendam di Hamparang Rawang," ungkap warga.

Sebelumnya banjir bandang juga terjadi di Karya Bakti, Kecamatan Pondok Tinggi yang membuat puluhan rumah, kantor dan SMA 2 Sungaipenuh terendam air bercampur dengan lumpur. Akibat drainase tidak tersumbat dan berfungsi dengan baik.

Amhar Kepala SMA 2 Sungaipenuh mengatakan sekolahnya sejak Sabtu (13/5) yang lalu sudah diterjang banjir bandang. Hal ini membuat proses belajar mengajar siswa terganggu. Karena sebanyak 8 lokal terendam.

"Sabtu proses belajar mengajar diliburkan, karena jalan berlumpur dan delapan lokal masih terendam banjir," katanya.

Amhar mengatakan bahwa pihaknya telah memasukan proposal ke Pemerintah Kota Sungaipenuh dan Pemerintah Provinsi Jambi, namun belum ada tanggapan. "Belum ada upaya bantuan dari Pemkot dan Provinsi," sebutnya.

Sedangkan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh Paunal Akhyar mengatakan sampai saat ini terus berupaya turun kelapangan memberikan bantuan pencegahan. Ia mengataka bencana di Kota Sungaipenuh belum masuk tingkat darurat bencana.

Paunal mengakui daerah rawan banjir di sejumlah desa Kecamatan Tanah Kampung dan Hamparang Rawang.

"Kalau untuk saat ini kita masih waspada bencana. Belum sampai darurat bencana. Kita harapkan tak sampai sejauh itu," tandasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help