TribunJambi/

Pria dengan Disfungsi Ereksi Lebih Berisiko Meninggal Dunia Dibanding yang Tidak

TRIBUNJAMBI.COM - Tak hanya berbahaya bagi hubungan suami-istri, penis loyo juga berbahaya bagi kehidupan

TRIBUNJAMBI.COM - Tak hanya berbahaya bagi hubungan suami-istri, penis loyo juga berbahaya bagi kehidupan seorang pria.

Sebuah studi di Universitas Mississippi menemukan, pria dengan disfunsi ereksi lebih berisiko meninggal dunia dibanding yang tidak. Probabilitasnya hingga 70 persen.

(Baca juga: Tak Hanya Mampu Atasi Disfungsi Ereksi, Viagra Juga Mampu Tingkatkan Kualitas Sperma)

Kok bisa begitu?

Seperti dilaporkan Kompas.com, menurut Tobias Köhler, M.D., urolog dari Southern Illinois University School of Medicine, penyebab utama disfungsi ereksi adalah kondisi kesehatan jantung yang buruk.

Artinya bila penis kita tidak kunjung bahkan tidak bisa mengeras, bisa jadi itu tanda bahwa jantung kita bermasalah.

Faktanya, saluran yang membawa darah ke penis adalah saluran kecil dengan diameter hanya satu hingga dua milimeter.

Ini menyebabkan darah lebih mudah tersumbat.

Bila dinding saluran itu mulai dipenuhi plak—akibat makanan, kurang olahraga, merokok, usia, atau faktor genetik—maka

Semakin banyak sumbatan, maka ia akan mulai mempengaruhi saluran arteri yang lebih besar, termasuk yang membawa darah ke jantung.

Halaman
12
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help