TribunJambi/

Musibah Banjir

Warga Tak Bisa Tinggal di Rumah, Mei Sudah Tiga Kali Banjir

Sebagian warga Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun tak bisa tinggal di rumah. Hal itu disebabkan rumah

Warga Tak Bisa Tinggal di Rumah,  Mei Sudah Tiga Kali Banjir
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sebagian warga Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun tak bisa tinggal di rumah. Hal itu disebabkan rumah warga tergenang air akibat curah hujan yang tinggi.

Pantauan di lapangan, sejumlah rumah waga terendam banjir. Akibatnya puluhan warga mengungsi tidur di Pendopo yang berada di sekitar Kelurahan tersebut.

Mat Dolai, seorang warga setempat yang mengungsi di Pendopo mengatakan, saat ini keluarganya tidak bisa tinggal di rumah mereka. Sebab ketinggian air di dalam rumah sudah mencapai sepinggang orang dewasa.

“Banjir ini sudah terjadi di desa kami selama empat hari. Selama itu juga kami sekeluarga mengungsi di Pendopo ini,” kata Mat Dolai saat disambangi di Pendopo.

Disampaikannya, bahwa hingga saat ini belum satu pun korban banjir yang dibantu oleh pihak Pemkab Sarolangun maupun pihak kecamatan. Padahal menurutnya, bencana tersebut sudah lebih dari tiga hari.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah berupa sembako. Sebab karena bencana ini aktivitas kami menjadi terganggu sehingga sulit untuk mencari makan untuk sehari-hari,” akunya.

Lurah Pauh, Jupri melalui Staf Pelayanan Umum dan Kesra Aprizal dikonfirmasi mengaku, bahwa banjir melanda warga kelurahan Pauh sudah tiga kali dalam Mei ini.

“Banjir disini untuk bulan ini sudah tiga kali. Kondisi dibanding dengan awal tahun kemaren belum begitu parah,” jelas Aprizal.

Dijelaskannya, kenapa banjir tetap bertahan sampai tiga hari. Hal tersebut lantaran debit sungai dari hulu Sungai Limun dan Merangin terus mengalami peningkatan, sehingga warganya menjadi korban banjir berturut-turut.

“Data sementara sampai kemarin. rumah terendam 60 unit, yang hampir terendam 80. Kalau ditotal jiwa sebanyak 200 jiwa,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikannya, dirinya selaku aparat pemerintah Kelurahan sudah memberi laporan kepada Pemerintah Daerah terkait kondisi di lapangan.

“Upaya yang sudah kita lakukan hingga saat ini memberi laporan kepada pemerintah kabupaten. Dan itu sudah disampaikan. Tapi sampai saat ini bantuan belum turun, kemungkinan pemerintah kabupaten dalam masa persiapan untuk menurunkan bantuan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, H Adnan dikonfirmasi apakah sudah ada warga yang terkena penyakit akibat banjir yang melanda dalam bulan ini mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan.

“Sampai sekarang belum ada laporan jika ada warga terkena penyakit akibat banjir yang terjadi,” singkatnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help