TribunJambi/

GALERI FOTO: Awalnya Dikira Jualan Buku

Membangun budaya membaca memang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, siapa saja dan dimana saja, satu diantarnya yang

GALERI FOTO: Awalnya Dikira Jualan Buku
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Membangun budaya membaca memang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, siapa saja dan dimana saja,  satu diantarnya yang dilakukan oleh komunitas Jari menari.

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam komunitas ini, mencoba membangun budaya membaca pada masyarakat jambi.

Diantara usaha yang mereka lakukan dengan membuka lapak berbagai jenis buku untuk dibaca dan dipinjam secara gratis.

14052017_buku
(TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI)

Dari pantauan Tribun Minggu (14/5) di area Kantor Gubernur Jambi, awalnya mengira mereka berjualan buku.  Puluhan jenis buku tersusun rapi di atas terpal, namun setelah mendekat, dan ditanya, ternyata mereka hanya membuka layanan peminjaman buku untuk dibaca secara gratis. Tampak pula sejumlah anak-anak sedang asyik membaca komik yang tersedia.

Penggagas Komunitas Jari Menari, Filiyadi Gusti Zam Zami, menyebutkan,  "Ini merupakan usaha yang kami lakukan untuk meningkatkan budaya membaca dimasyarakat, mungkin ada yang tidak sempat ke perpustakaan, atau tidak punya duit lebih untuk membeli buku, bisa membaca buku secara gratis di sini," katanya kepada Tribun, Minggu (14/5).

Komunitas ini membuka layanan baca buku gratisnya di dalam area Kantor Gubernur Jambi, Telanaipura, tepatnya di bawah pohon, dekat replika rumah adat Jambi, setiap hari Minggu mulai pada pukul 07.00 WIB.

14052017_buku
(TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI)

"Awalnya kami dilarang membuka di sini, dikira mau jualan buku, tetapi setelah kami jelaskan, dan memasukkan surat, akhirnya diberikan izin untuk membuka lapak di sini," ujar Filiyadi.

Mahasiswa Jurusan Sastra, IAIN STS Jambi ini juga menjelaskan, bahwa buku-buku yang mereka sediakan untuk dibaca sebagian merupakan donasi dari orang lain.

Saat ini koleksi buku yang dimiliki komunitas ini, mencapai 150 buah buku, yang terdiri dari berbagai jenis seperti, novel, komik, pendidikan, politik, Sastra, budaya, kesehatan, dan agama.

14052017_buku
(TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI)

Buku-buku tersebut dapat dibaca di tempat atau dipinjam untuk dibawa pulang ke rumah.

"Minggu depan dibalikin lagi, Cukup dengan mencatat nama dan meninggalkan nomor HP," ujar Filiyadi.

Selain menyediakan buku gratis untuk dibaca, anggota komunitas ini juga terkadang lansung mengajak anak-anak yang datang disekitar untuk bergabung, mendengarkan dongeng yang langsung ia bacakan.

"Mungkin anak-anak belum tertarik untuk membaca sendiri, kita coba bacakan dahulu, supaya anak-anak tertarik untuk membaca," Pungkas Filiyadi.

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help