TribunJambi/

12 Juru Parkir Diamankan, Tak Bisa Tunjukkan Surat Tugas Pemkot

Parkir liar dalam kota Sungai Penuh masih menjamur di beberapa lokasi, hingga dalam terminal pun dijadikan sebagai lahan parkir.

12 Juru Parkir Diamankan, Tak Bisa Tunjukkan Surat Tugas Pemkot
TRIBUNJAMBI/EDI JANUAR
Petugas gabungan melakukan penertiban parkir liar di Sungaipenuh, Rabu (23/10) 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Parkir liar dalam kota Sungai Penuh masih menjamur di beberapa lokasi, hingga dalam terminal pun dijadikan sebagai lahan parkir. Hal ini membuat masyarakat Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci mengeluhkan pungutan liar (pungli) parkir yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum juru parkir. Mereka melakukan pengenaan tarif kadang tidak sesuai dengan jumlah semestinya.

Terkait hal tersebut, anggota Sat Shabara Polres Kerinci yang dipimpin oleh Kasat Sabhara, AKP Syafruddin Amir SH melakukan penertiban sejumlah lokasi parkir dan mengamanakan belasan petugas parkir liar yang ada di Sungaipenuh akhir pekan lalu.

Kasat Sabhara Polres Kerinci, AKP Syafruddin Amir membenarkan telah mengamankan 12 juru parkir liar di Sungaipenuh. Ia mengatakan bahwa semua parkir yang ada di Sungaipenuh saat ini liar semua, karena tidak ada surat tugas dari Pemerintah Kota Sungaipenuh.

"Surat tugas untuk petugas parkir dari Pemkot Sungaipenuh belum ada, karena surat tugas dari Dinas Pasar sudah habis masa berlakunya, sedangkan masalah parkir telah dilimpahkan ke Dinas Perhubungan. Hingga saat ini Dushub belum mengeluarkan surat tugasnya," tandasnya

Dikatakan Syafruddin, dari keterangan juru parkir liar yang diamankan, bahwa hasil parkir tersebur disetorkan kepada Dinas Perhubungan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sungaipenuh. "Ini bisa dikatakan pungli, karena tidak adanya surat tugas dari Pemkot Sungaipenuh," jelasnya.

Menurutnya, setelah mengamankan belasan petugas parkir tersebut, pihaknya langsung menyerahkan ke Satreskrim Polres Kerinci untuk proses lebih lanjut. "Kita cuma mengamankan saja, untuk proses lebih lanjut kami serahkan ke Reskrim karena mereka termasuk dalam tim saber pungli," ungkapnya.

Lebih jauh Syafruddin mengatakan pihak Reskrim juga telah memanggil Kasi Parkir untuk dimintai keterangan terkait kegunaan uang parkir tersebut. "Kita juga minta kepada Dishub untuk segera mengeluarkan surat tugas, jadi sebelum surat tugas keluar, petugas parkir diminta untuk tidak beroperasi, jika ada berarti itu pungli," katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sungaipenuh, Khaidir mengakui ada petugas parkir liar alias tak ada surat tugas di Sungaipenuh. Namun ia tak menyebut secara rinci petugas tersebut. Menurutnya, untuk petugas parkir yang telah diamankan tetap mengikuti proses.

Selain itu Dishub Sungaipenuh mengaku menerima banyak keluhan terkait parkir di pusat Kota. Karena bila sesuai ketentuan yang diatur dalan peraturan daerah (perda) Kota Sungaipenuh, biaya parkir roda dua hanya Rp 1.000 per sepeda motor, namun dilapangan biaya parkir dipungut lebih menjadi Rp 2.000 per sepeda motor.

Dishub menghimbau masyarakat pengunjung pusat Kota Sungaipenuh, untuk tidak membayar lebih biaya parkir. Bila memang ada petugas yang meminta lebih pihaknya meminta segera dilaporkan ke Dishub ataupun kepada tim Saber Pungli Sungaipenuh. Dishub juga berencana memasang kamera pengawas CCTV disetiap lokasi parkir, sehingga kendaraan dan petugas pakir dapat dipantau.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help