TribunJambi/

Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Sambut Eko Hadi Bak Pahlawan, Siapakah Dia?

Iringan marching band dari Canka Garuda Yaksa meramaikan kedatangan Eko Hadi, pria yang berjalan kaki dari Madiun, Jawa Timur

Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Sambut Eko Hadi Bak Pahlawan, Siapakah Dia?
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memakaikan Bendera Merah Putih kepada Eko Hadi yang berjalan kaki dari Madiun, Jawa Timur, ke DKI Jakarta untuk bertemu Anies Baswedan-Sandi. Foto diambil di Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (7/5/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM - Iringan marching band dari Canka Garuda Yaksa meramaikan kedatangan Eko Hadi, pria yang berjalan kaki dari Madiun, Jawa Timur untuk merayakan kemenangan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih pada Pilkada DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Sekitar pukul 07.50 WIB, Eko dikawal oleh marching band akhirnya tiba di hadapan Wagub terpilih Sandiaga Uno, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Eko disambut di bawah Patung Pemuda, Senayan, Jakarta Selatan. Ia dipeluk oleh Prabowo dan ratusan relawan dan warga yang berebut untuk melihat dan merekam peristiwa ini.

Dari Patung Pemuda, iring-iringan bergerak ke FX Sudirman dan kembali disambut oleh relawan Roemah Djoeang yang membawa sejumlah tangkai mawar. Mereka akan berjalan ke Bundaran HI.

Siapa Eko Hadi?

Dia adalah seorang pria asal Madiun berjalan kaki ke Jakarta untuk merayakan kemenangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Minggu pagi (7/4/2017), pria bernama Eko Hadi itu tiba di Jakarta.

"Ayo kita jalan pelan-pelan sama Pak Eko," kata Sandiaga di Senayan, Jakarta Selatan, Minggu.

Eko Hadi adalah kader Partai Gerindra yang bermukim di Jalan Sarana Mulya, Gl Gang Buntu, RT 05/RW 02, Madiun, Jawa Timur.

Dia berjalan kaki dari Madiun untuk memenuhi nazarnya jika Anies-Sandi menang Pilkada DKI Jakarta.

Pria 49 tahun ini berangkat dari rumahnya pada 22 April pukul 03.00 WIB dengan membawa bekal dalam ransel secukupnya.

Eko memasuki perbatasan Bekasi-Jakarta sekitar pukul 01.00 WIB Minggu dini hari, dan disambut oleh DPC Gerindra Jakarta Timur. Ia menolak diantar menggunakan ambulans maupun mobil.

Penulis: Nibras Nada Nailufar

Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help