TribunJambi/

Komunitas

GALERI FOTO: Jambi Pick Up Community (JPC); Seduluran Sepanjang Masa

ERDIRI pada awal 2017, komunitas pemilik mobil Pick Up. Jambi Pick Up Community (JPC) semakin eksis.

GALERI FOTO: Jambi Pick Up Community (JPC); Seduluran Sepanjang Masa
ISTIMEWA

TRIBUNJAMBI.COM - BERDIRI pada awal 2017, komunitas pemilik mobil Pick Up. Jambi Pick Up Community (JPC) semakin eksis.

Ketua JPC, Putra Silalahi mengatakan dibentuknya komunitas itu untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama pemilik mobil pick up dan sesama pengguna aspal.

Dimana diharapkan dapat tumbuh rasa Saling menghargai sesama dan bisa bermanfaat bagi yang lain.

06052017_pick up
(ISTIMEWA)

Ditegaskan Silalahi sebagai driver penggemar mobil bak anggota komunitas terdiri dari berbagai macam latar belakang yang berbeda.

Untuk itu sebagai sesama warga negara Indonesia menurut Silalahi mereka sangat menjunjung pancasila. Dimana anggota J P C berasal dari bermacam suku,ras,dan agama.

"Tapi itu bukanlah perbedaan di kami J P C. Semua sama. Tidak pandang bulu mau anggota tidak punya pick up . Tidak Jadi masalah karena armada hanya sarana. Yang penting motto J P C seduluran sepanjang masa," ungkapnya.

06052017_pick up
 (ISTIMEWA)

Dibeberkan Putra Silalahi tidak semua anggota JPC menyediakan khusus jasa angkutan barang ada banyak usaha lain yang digeluti para anggota JPC.

Meski berbeda jenis usaha, mereka berupaya untuk melakukan kopi darat minimal berkumpul dalam satu bulan sekali dan merencanakan untuk melakukan bakti sosial setiap enam bulan sekali.

"Kalau touring memang kita belum ada tapi dalam jadwal itu ada karena kita juga masih dalam proses terdaftar di IMI," tandasnya.

06052017_pick up
(ISTIMEWA)

Wajib Tolong Pengguna Jalan

BERGABUNG menjadi anggota JPC tidaklah sulit. Putra Silalahi mengatakan yang terpenting syaratnya adalah anggota mesti bisa menolong sesama pengguna aspal.

"Jadi bukan hanya pickup. Mulai dari pejalan kaki sampai pengendara kuda besi," katanya.

06052017_pick up
(ISTIMEWA)

Ditegaskan Putra Silalahi hal utama di dalam komunitas hanya harus bisa membagi waktu di antara komunitas dan di rumah.

"Karena komunitas itu sudah pasti butuh waktu dan uang. Nah disinilah yang harus bisa dibagi-bagi karena ini hobby," sebutnya.

Selain itu, anggota juga diharuskan membayar biaya administrasi Rp 50rb. Uang Rp 50rb itu untuk khas awal dan pengganti bikin stiker setelah itu iurannya hanya Rp 20ribu perbulan. Tentunya anggota juga mesti melengkapi dengan fotokopi KTP.

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help