TribunJambi/

Hoax Dipakai Rekrut Peminat Teroris

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Hampir setiap bulan selalu ada laporan warga Indonesia yang dideportasi dari

Laporan wartawan Tribun Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Hampir setiap bulan selalu ada laporan warga Indonesia yang dideportasi dari kawasan Suriah ataupun perbatasan Turki. Beberapa waktu lalu, satu keluarga sempat kehilangan anggota keluarganya, hingga akhirnya dia menghubungi keluarganya di Indonesia.

Setelah berbulan-bulan warga yag tidak dapat disebut namanya ini menghilang dan menjalin komunikasi dengan keluarga. Dia tetap tidak pulang, tapi komunikasi berlanjut, hingga dia mengatakan akan sulit dihubungi keluarga dan kontaknya hilang.

Pada 6 Februari lalu dia ditangkap oleh otoritas Turki. Pada 19 Februari tiba-tiba dia mengontak keluarga dengan nomor asing. Dia meminta dikirimkan tiket pulang ke Indonesia, padahal dia dideportasi ke Indonesia.

Kisah nyata ini diceritakan MH Abid, dosen Institut Agama Islam Negeri Sultan Thaha Jambi sebagai pengantar seminar Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi, Kamis (4/5).

Abid mengatakan radikalisme, untuk yang islamisme, punya sejarah panjang. Dia mengutip Edward Said dalam buku Covering Islam. Dia mengatakan Edward Said mengatakan bagaimana 52 diplomat Amerika disandera 444 hari dan membuat AS frustasi dan disiarkan panjang lebar.

“Media-media Amerika menamakan cerita ini sebagai Hikayat Iran. Di sinilah titik penting munculnya frame cara pandang barat atas Islam,” katanya. Abid mengatakan hal ini agar masyarakat dapat memahami bahwa terorisme tidak muncul dalam waktu belakangan saja.

Propaganda-propaganda yang bermunculan sebagai dampak kejadian ini dirasakan hingga saat ini di media sosial. Saat sekarang hoax digunakan untuk merekrut sebanyaknya peminat terorisme.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help