TribunJambi/

Musibah Banjir

FOTO: 70 Rumah Diterjang Banjir, di Kemantan

Sejak dua hari ini Kabupaten Kerinci dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hal ini mengakibatkan sejumlah desa

FOTO: 70 Rumah Diterjang Banjir, di Kemantan
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sejak dua hari ini Kabupaten Kerinci dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hal ini mengakibatkan sejumlah desa diterjang banjir akibat meluapnya air sungai. Tak hanya lahan pertanian, permukiman warga juga terendam.

Beberapa daerah yang terkena banjir diantaranya daerah Kemantan, Kecamatan Depati Tujuh, sebagian daerah di Kecamatan Keliling Danau dan sejumlah daerah lainnya. Haryono seorang warga Kemantan mengatakan daerahnya mengalami banjir hingga puluhan rumah terendam. Selain itu puluhan hektare sawah juga diterjang banjir luapan dari sungai dan drainase yang tak berfungsi di desanya.

"Banjir menggenangi puluhan rumah, sejak kemarin. Karena air sungai tenang yang naik. Tapi saat ini berangsur surut lagi," ungkapnya Kamis (27/4).

Sedangkan Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Jamalijas membenarkan hal ini. Ia mengatakan dari data yang dihimpun di lapangan, banjir di desa Kemantan Raya disebabkan meluapnya sungai tenang.

Hingga ketinggian air sampai 1 meter pada (Rabu) kemarin. Ini mengakibatkan sebanyak 60 rumah tergenang. Selain itu banjir juga terjadi di Kemantan Agung, menerjang sebanyak 10 rumah. Sedangkan saat ini, kata dia, banjir sudah mulai surut. Akan tetapi masih berpotensi terjadi susulan, bila hujan dengan intensitas lebat terjadi.

27042017_banjir2
Banjir rendam sawah di Kerinci.(TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA)

"Kita cek di lapangan, di Kemantan Raya yang terendam 60 rumah. Karena ketinggian air 100 Cm. Penyebab penyempitan sungai tenang. Hingga meluap tak tetampung di sungai. Jadi harus dinormalisasi," jelasnya.

Jamalijas mengatakan belum diketahui pasti kerugian material akibat banjir tersebut. Selain itu tak ada korban jiwa. Ia menyebutkan selain rumah, banjir di Kemantan ada juga sawah yang terendam.

Ia menambahkan di Kecamatan Keliling Danau dan sebagainya juga seringkali diterjang banjir. Seperti di Desa Tanjung Pauh Mudik, Pulau Tengah dan sekitarnya. Sebagian besar karena luapan air sungai Batang Merao bahkan hingga terjadinya abrasi danau Kerinci.

"Upaya kita koordinasi dengan PU (dinas pekerjaan umum. Selain itu paling kita mengajukan proposal ke pusat untuk bantuan," katanya.

Ia mengatakan sampai saat ini hujan diprediksi masih berpotensi. Untuk itu BPBD Kerinci mengimbau warga untuk tetap waspada. Khususnya kawasan yang rawan banjir maupun longsor.

Sedangkan di Kota Sungai Penuh, banjir terjadi di jalan Depati Parbo tidak bisa dilewati karena tingginya debit air, luapan dari drainase yang tak berfungsi. Tak hanya itu saja, hujan deras yang mengguyur Sungai Penuh juga mengakibatkan sejumlah kantor di Sungai Penuh, salah satunya kantor Pol PP Kerinci yang berlokasi di samping Kantor Bupati Kerinci juga terendam.

Kepala BPBD Sungai Penuh mengakui volume air sangat besar saat hujan. Walaupun sebelumnya telah direnovasi saluran drainase di lokasi tersebut. Ia mengatakan dinas PU akan kembali melakukan pengecekan terhadap lokasi yang seringkali banjir.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help