TribunJambi/
Home »

Jambi

» Bungo

Penjual Kulit Harimau Ditangkap di Kecamatan Jujuhan, Begini Kronologinya

Penangkapan dilakukan polisi bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi.

Penjual Kulit Harimau Ditangkap di Kecamatan Jujuhan, Begini Kronologinya
TRIBUNJAMBI/MUHLISIN
Polisi meringkus pelaku penjualan kulit harimau 

Polisi Tangkap Penjual Kulit Harimau

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Perburuan binatang dilindungi terbukti terus terjadi. Kali ini Satuan Reskrim Polres Bungo berhasil mengamankan dua orang pelakunya, Minggu (23/4).

Penangkapan dilakukan polisi bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi. Dua pelaku memburu serta menjual kulit harimau Sumatera di Kecamatan Jujuhan.

Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Afrito M Macan mengatakan, didapatkan laporan bahwa akan terjadi transaksi offset kulit harimau. Tepatnya yakni di salah satu Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) bilangan Kecamatan Jujuhan.

Lalu informasi itu dikordinasikan dengan pihak BKSDA. Pengintaian pun dilakukan. Hingga berhasil ditangkap kedua orang pelaku dengan inisial AS (57) dan SY (55).

"Kita intai bersama tim BKSDA. Mereka kan transaksinya di sebuah SPBU di daerah Jujuhan. Tertangkap," ujarnya, Selasa (25/4).

AS, warga Desa Sialang Gaung, Kecamatan Koto Baru, Dharmasraya, Sumatra Barat, adalah pemilik barang. Sedangkan SY, warga jalan Gunung Merapi, Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai, Riau, adalah perantara yang akan menghubungkan dengan calon pembeli.

Hanya saja cuma mereka berdua yang sudah dapat ditangkap. Sementara pembeli masih dalam pengejaran oleh kepolisian dan pihak BKSDA.

"Pembeli belum. Pemburu dan perantara saja yang sudah berhasil ditangkap. Pembeli masih kita kejar," ujar Afrito lagi.

Kedua pelaku juga sudah mengakui perbuatannya. Kepada polisi, mereka mengakui rencananya kulit raja hutan itu akan dijual seharga Rp 60 juta.

Selain kulit harimau, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti lain. Yakni tiga unit handphone serta satu unit mobil sedan Toyota Vios bernomor polisi BH 1072 KM.

Kepala Seksi Wilayah Satu BKSDA Jambi, Pitra Panderi, mengatakan ini kasus ke-11 yang ditangani dalam satu tahun terakhir. Ia menduga harimau yang ini ditangkap di hutan lindung di daerah Provinsi Riau.

"Usia harimaunya belum bisa kita pastikan. Nanti hasil labor (menentukan). Kalau dari ukurannya, 155 cm, diperkirakan ysia remaja. Sudah dikeringkan satu bulan," ujarnya.

Penulis: muhlisin
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help