VIDEO: Langkanya Ikan Botia, Ikan Khas Jambi

Jambi tak hanya kaya akan budayanya namun juga produk perikanan lokal yang sudah mampu menembus pasar Internasional.

Botia dalam setahun memiliki 3 siklus perkawinan, sehingga diperlukan 4 bulan untuk pematangan gonat induk, yang kemudian dilakukan pemijahan buatan melalui suntikan. Dalam seleksi dilakukan biasanya terdapat satu pasang botia.

Satu pasang botia dengan berat induk 100 gram dapat menghasilkan 10 ribu hingga 20 ribu anakan ikan (larva).

Biasanya 60 hingga 80 persen yang dinyatakan berhasil kemudian dijual atau re stocking.

Pasalnya di lokasi ini ada pengepul khusus yang kemudian dijual ke Jakarta.

Sedangkan re stocking dengan pelepasan ke Sungai Batanghari, pada 2016 jumlahnya mencapai 3 ribu ekor ukuran 2 Inch.

Botia yang di re stocking adalah yang sudah mampu bertahan hidup saat dilepas ke alam bebas.

Diakuinya botia terkendala pematangan gonat, sebab dalam 4 bulan belum tentu ketemu indukan yang matang.

Hernowo Plt Kadis Perikanan Provinsi Jambi menjelaskan jika pelestarian ikan endemik Jambi seperti botia diupayakan melalui breeding in situ dengan melakukan pembenihan di habitat ikan tersebut.

Dengan konsep ini ikan hasil budidaya dapat dimanfaatkan untuk re stocking dan hal lainnya, dan mencetak indukan.

Diakuinya selama ini masyarakat hanya mengandalkan tangkapan dari alam tanpa membudidayakan, padahal stok di alam jumlahnya terbatas.

Hal ini yang diimbangi dengan pembinaan kepada masyarakat.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam Jauhari Pamungkas juga menjelaskan jika botia diupayakan untuk diproduksi secara masal dengan keterbatasan yang ada saat ini.

Diakuinya pangsa pasar Eropa menginginkan ekspor ikan asli, hal ini yang mendorong pembudidayaan dilakukan dalam jangka panjang. (*)

Penulis: heri prihartono
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help