TribunJambi/

E KTP

Tak Ingin Terbuang Sia-sia, Dukcapil Cek Kembali Rekam e-KTP

Wajib KTP di Kabupaten Sarolangun, bakal segera mendapatkan e-KTP. Pasalnya, sebanyak 10 ribu blangko e-KTP, sudah tersedia

Tak Ingin Terbuang Sia-sia, Dukcapil Cek Kembali Rekam e-KTP
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Wajib KTP di Kabupaten Sarolangun, bakal segera mendapatkan e-KTP. Pasalnya, sebanyak 10 ribu blangko e-KTP, sudah tersedia di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sarolangun.

Peltu Disdukcapil Sarolangun, Helmi dikonfirmasi mengakui jika stok blanko e-KTP sudah berada di kantor tempatnya bekerja. Katanya, 10 ribu blanko e-KTP itu, telah ada pada Kamis (13/4) lalu. Pihaknya sendiri yang menjemput ke Ditjen Dukcapil pusat.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan salurkan blanko ke setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Sarolangun,” katanya, Jumat (21/4).

Sebelum blanko disalurkan, pihak Dukcapil akan bekerja sama dengan pihak kecamatan untuk mengecek kembali data-data yang telah merekam e-KTP. Tujuannya tak lain untuk melihat, apakah ada terdapat nama ganda ataupun yang meninggal dunia.

“Kalau yang telah merekam e-KTP, tapi telah meninggal dunia, percuma saja dicetak. Juga untuk melihat kalau ada nama dobel. Kita tidak ingin blanko e-KTP terbuang sia-sia,” sebutnya.

Menurutnya, tidak semua yang telah merekam e-KTP, bakal mendapatkan e-KTP. Pihaknya akan mencetak e-KTP bagi yang telah melakukan rekam terlebih dulu. Hal itu sesuai petunjuk Ditjen Dukcapil pusat, e-KTP akan dicetak bagi yang telah merekam pada Agustus 2016 kebelakang.

"Artinya, hitungan mundur. Mulai dari Agustus, Juli, Juni 2016, dan seterusnya," imbuhnya.

Dikatakan, ada sebanyak kurang lebih 40 ribu warga Sarolangun yang telah merekam e-KTP. Puluhan ribu data tersebut, masih tersimpan di server Dukcapil Sarolangun. 40 ribu data itu, akan dikirim ke pusat untuk dilakukan verifikasi.

“Setelah itu, orang pusat akan mengirim kembali kepada kita. Dan setelah dikirim, baru lah e-KTP bisa dicetak. Untuk sekarang, sinyal di pusat masih belum terbuka, karena ada kendala setelah kasus korupsi e-KTP,” jelasnya.

Ia menyebutkan, penyaluran blanko e-KTP, bukan hanya sekali ini saja. Namun, ke depan Ditjen Dukcapil akan menyalurkan lagi secara bertahap.

“Mungkin dalam waktu 2 bulan ke depan, blanko akan disalurkan lagi, untuk mencukupi 40 ribu data yang telah merekam,” ujarnya.

Ditanya soal mesin cetak e-KTP, yang sempat mengalami rusak, Ia mengaku sudah diperbaiki semua. Ada tiga mesin cetak yang disiapkan untuk mempercepat pencetakan.

“Kemarin, dua mesin cetak sempat rusak. Tapi sudah saya perbaiki di bengkel. Senin (24/4) mendatang, mesin sudah bisa dijemput,” tukasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help