TribunJambi/

Pada Kompak Tagih Janji DP Rumah 0 Rupiah,

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang panas dan tegang mendadak menjadi lucu di media sosial dua hari terakhir setelah hasil hitung cepat

Pada Kompak Tagih Janji DP Rumah 0 Rupiah,
Dok. Jobplanet
Ilustrasi membeli rumah 

Adham: Seperti FLPP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR). Sebetulnya kan semua awalnya (ide) dari sana.

Kenapa rumahnya berharga Rp 350 juta? Karena peraturan rumah susun subsidi dari Kementerian PUPR di Jakarta ya maksimah harganya Rp 350 juta.

Kenapa gaji maksimal Rp 7 juta? Karena syarat dapat rumah susun subsidi FLPP ya gaji maksimal Rp 7 juta juga.

Bedanya... kita punya skema DP rumah nol persen dengan cara menabung dulu di Bank DKI minimal 6 bulan.

Kenapa harus menabung dulu? Karena untuk membuktikan bahwa masyarakat yang dapat fasilitas DP nol rupiah ini punya kemauan dan kemampuan bayar. Jangan sampai ketika sudah dikasih fasilitas DP nol rupiah, masyarakat itu tidak bisa bayar cicilan.

Kalau rumahnya sih terserah masyarakat saja. Kalau dapat rumah tapak yang sesuai kriteria ya silakan. Tetapi, kebijakan Pemprov nanti oleh Mas Anies dan Bang Sandi disarankan ke vertical housing.

Ini kan kayak program beasiswa. Beasiswanya dikasih oleh pemerintah. Universitasnya cari sendiri.

Tetapi pemerintah juga bikin universitas yang bagus di dalam negeri. Sama. Pembiayaannya dibantu oleh Pemprov. Rumahnya silakan cari sendiri, tetapi harus sesuai kriteria.

Tetapi Pemprov juga bangun rusun untuk tambah stok rumah. Intinya, Pemprov itu mendukung program rumah FLPP pemerintah pusat di Jakarta. Skemanya, kami tambahkan lagi dengan DP Nol Rupiah itu.

KCM: Apa bedanya dengan FLPP?

Halaman
1234
Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help