TribunJambi/

Semangat Para Siswa SMA LB Lanjut Kuliah

"Memang pinta anaknya. Mulai SMA sudah tahu dengan komputer. Dia mencari pelajaran lewat internet," ujar Tridaswati, guru pendamping di SLB Sri...

Semangat Para Siswa SMA LB Lanjut Kuliah
Tribun Jambi
Ilustrasi, siswa SLB Prof Dr Srisoedewi Masjchun Sofwan SH Jambi tengah mengikuti UN.

Meski merupakan anak berkebutuhan khusus, itu tidak menyurutkan perempuan melangkahkan kaki ke bangku kuliah. Niat itu berhasil mengantarnya ke Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di Bandung.

TIDAK semua siswa Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) bia melanjutkan impian ke jenjang perguruan tinggi. Banyak penghalang, dari keinginan orang tua hingga alasan ekonomi. Namun, Bika Pratiwi meruntuhkan penghalang dan menumpuk keberanian kuliah ke luar Jambi.

Bika merupakan sosok yang dikenal pintar di sekolahnya. Meski seorang tunanetra, semangat dan kemauan belajarnya keras. Kondisi itu sangat diketahui Tridaswati, guru pendamping dari anak yang biasa dipanggil Tiwi itu. Dan memang, saat dihubungi Tribun via ponsel, Tiwi yang ada di Bandung sedang sibuk mengerjakan tugas.

"Memang pinta anaknya. Mulai SMA sudah tahu dengan komputer. Dia mencari pelajaran lewat internet," ujar Tridaswati, guru pendamping di SLB Sri Soedewi Jambi.

Guru hanya sebagai motivator. Beberapa kali Tiwi memang putus asa dan minder. "Dia pernah mau dipindahin ke sekolah biasa, konsep sekolah inklusif gitu. Tapi dia nggak mau," katanya.

Meski sempat minder, namun gurunya tetap memberi pengertian. "Mengapa pula mikir jadi apa nantinya. Banyak orang tunanetra hebat-hebat di Indonesia kok," kata Tridaswati.

Apabila kuliah, selain takut diejek, Tiwi mengungkapkan bingung apabila mau ke kamar mandi. "Kalau di Jawa enak, banyak yang sesuai," katanya.

Tridaswati bercerita perihal pilihannya masuk Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial.(STKS). "Dia nanti juga bisa membanyu kawan-kawannya. Karena itu belajar tentang hubungan sosial dengan masyarakat, pekerja sosial," katanya.

Tiwi ikut di antara 4.000 peserta tes di Padang. Di sana, dia lolos ke peringkat 30 dari 500-an orang. Dari 500-an itu, dia mendapatkan ranking 55. "Tiwi pintar sekali dalam bidang matematika," ungkapnya.

Solbi, Kepala SMA LB Sri Soedewi, menyebutkan banyak dari muridnya yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Mulai dari Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Yogyakarta yang memiliki jurusan
Pendidikan Luar Biasa dan memiliki fasilitas, Universitas Brawijaya, Sekolah Tinggi Kesejahteraaan sosial (STKS) dan banyak lagi.

"Tahun lalu, mereka yang ujian nasional ada tiga orang yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Satu murid tunarungu melanjutkan ke Universitas Brawijaya, satunya ke Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial di Bandung dan satunya di IAIN Jambi," imbuh Solbi.

Dia menyebutkan nama Noval Triadi yang kuliah di Malang, Dika Pratiwi di Bandung dan Nilam Sari di IAIN. "Sebelumnya ada juga di UNP dan UNY. Di Jambi baru satu itu. Selain itu tidak ada," katanya.
Solbi mengatakan beberapa muridnya yang lulus dari perguruan tinggi ada yang pulang. "Pulang dan mengajar di sini," katanya.

Suasana tenang pun tetap dirasakan setiap penghuni SLB Sri Soedewi. Tiga kelas sedang khusyuk melaksanakan UN dan guru-guru lainnya bercengkerama tentang banyak hal. Smeentara beberapa anak SLB tingkat sekolah dasar menyeberangi lapangan hijau di tengah-tengah sekolah tersebut. Tawa penuh harapan memenuhi interaksi mereka.

Bukankah sangat disayangkan, jika Jambi sendiri tidak memfasilitasi perguruan tinggi untuk kawan-kawan disabilitas?(Jaka Hendra Baittri)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help