Penyalahgunaan Narkotika

Dituntut 15 Tahun Penjara, Janda 3 Anak Kurir Sabu 2 Kg Sebut Butuh Biaya Berobat

Ernawati, terdakwa kurir narkotika jenis sabu-sabu seberat 2 kg, dituntut 15 tahun penjara, oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jambi.

Dituntut 15 Tahun Penjara, Janda 3 Anak Kurir Sabu 2 Kg Sebut Butuh Biaya Berobat
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, berhasil mengamankan 2,5 Kg narkotika jenis sabu. Barang bukti diamankan dari 3 kurir asal Aceh. Salah satunya adalah wanita. Ekspos pada Kamis (2/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi        

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ernawati, terdakwa kurir narkotika jenis sabu-sabu seberat 2 kg, dituntut 15 tahun penjara, oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jambi. Tuntutan dibacakan Zuhdi, JPU yang menangani perkaranya Kamis (20/4) di Pengadilan Negeri Jambi, di hadapan majelis hakim Makaroda Hafat, selaku hakim ketua.

"Terdakwa terbukti melanggar Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009. Menuntut pidana penjara 15 tahun," sebut Zuhdi, membacakan tuntutannya. Selain dituntut 15 tahun penjara, JPU juga menuntut terdakwa membayar denda Rp 1 milyar dan subsider 6 bulan.

Usai JPU membacakan tuntutannya, majelis hakim lalu mempersilakan terdakwa Ernawati untuk menyampaikan pembelaannya. 

"Saya butuh uang pak untuk berobat orangtua mau operasi. Saya janda tiga orang anak, mana ada uang pak. Makanya saya mau ngantar barangnya karena dijanjikan dapat uang," jelas terdakwa, seraya memohon kepada majelis hakim agar meringankan hukumannya.

Setelah mendengar pembelaan dari terdakwa, Makaroda Hafat lalu menutup sidang dan sidang selanjutnya yaitu putusan dari majelis hakim. 

Dalam sidang sebelumnya, terdakwa Ernawati menolak didampingi penasehat hukum atau pengacara dalam persidangan. Penolakan itu disampaikan terdakwa dalam sidang perdana dengan agenda mendengar dakwaan dari JPU. Meskipun Makaroda Hafat, hakim ketua dalam persidangan menawarkan terdakwa didampingi penasehat hukum. Hanya saja, kurir sabu asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tersebut menolak. 

Kepada majelis hakim, terdakwa mengatakan ia menjadi kurir karena terpaksa sebab dililit hutang sebesar Rp 20 juta. Dan, ia juga telah lama cerai dari suaminya. 

Dalam sidang perdana itu, JPU dalam dakwaannya mengatakan, terdakwa didakwa Pasal 112 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Usai membacakan dakwaan, JPU juga menghadirkan tiga orang saksi. Ketiga saksi yang dihadirkan adalah saksi dari pihak kepolisian, saat melakukan penangkapan. 

Seperti yang diwartakan sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi menangkap seorang perempuan asal Bireun, Aceh, kurir sindikat narkoba jenis sabu. Tak tanggung-tanggung, barang bukti yang diamankan lebih kurang 2 kg sabu.

Saat ditangkap tersangka sedang membawa anaknya laki-laki yang masih berumur dua tahun. Kapolda Jambi, menyebutkan bahwa sesuai ciri dan kualitas sabu yang diperkirakan berasal dari luar negeri itu, nilainya bila diuangkan sebesar Rp 4 miliar lebih.

Penulis: budi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help