TribunJambi/

Analis: Rupiah Dapat Amunisi

Dari sisi eksternal, rupiah turut diuntungkan oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melemahkan nilai tukar dollar AS.

Analis: Rupiah Dapat Amunisi
Tribunnews.com
Ilustrasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Sentimen domestik mendukung pergerakan nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS dalam sepekan ini.

Mengutip Bloomberg, Kamis (13/4), kurs rupiah menguat 0,15% dibanding hari sebelumnya ke level Rp 13.256 per dollar AS. Dalam sepekan terakhir, mata uang Garuda juga terapresiasi 0,49%.

Kurs tengah Bank Indonesia juga mencatat, rupiah menguat 0,25% ke level Rp 13.264 per dollar AS, serta terapresiasi 0,57% dalam sepekan.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk mengatakan, data positif dari dalam negeri memberi amunisi pada pergerakan rupiah sepekan ini. Angka cadangan devisa per Maret 2017 naik ke level tertinggi sejak Agustus 2011.

Lembaga pemeringkat asal Jepang, Rating and Investment Information Inc (R&I) menaikkan peringkat utang Indonesia ke level layak investasi atau investment grade. Berbagai sentimen positif membuat dana masuk alias capital inflow baik di pasar saham maupun obligasi mengalir deras.

"Kini rupiah tinggal menanti rilis rating dari Standard & Poor's," ujar Reny.

Dari sisi eksternal, rupiah turut diuntungkan oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melemahkan nilai tukar dollar AS. Trump menyatakan tidak akan membuat dollar AS terlalu kuat dan lebih suka kebijakan suku bunga rendah. "Trump sedikit turut campur dalam kebijakan moneter," imbuh Reny. (Wuwun Nafsiah)

Editor: duanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help