TribunJambi/

Benarkah Mobil Murah Masih Terjangkau? Cek Berita Ini

”Kalau dilihat tren kenaikan sekarang, antara KBH2 dengan inflasi, lalu dibandingkan dengan non KBH2, yang tetap terkontrol ya mobil-mobil KBH2."

Benarkah Mobil Murah Masih Terjangkau? Cek Berita Ini
kompas.com
Mobil murah Toyota, Calya, berstatus LCGC. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Niatan awal program Kendaraan Bermotor Harga Terjangkau dan Hemat Bahan Bakar (KBH2) atau lebih dikenal dengan Low Cost Green Car (LCGC) adalah menghadirkan mobil yang ramah kantong. Tapi kenyataannya, kini banyak di antara para pemain yang melepas harga di kisaran Rp 150 jutaan. Masih bisa dibilang murah?

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan bahwa sejak awal, skemanya adalah dibuatkan harga patokan. Pabrikan bisa menambah dari sisi keamanan dan teknologi.

”Daripada menambah sendiri, ditawarkan opsi dari awal, sehingga menjadi tanggung penjual kalau rusak. Kalau menambah sendiri, rusak, penjual tidak mau tanggung jawab karena belinya di toko onderdil,” kata Putu (10/4/2017), di Karawang.

Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan kembali lebih gamblang, bahwa jika patokannya adalah harga terjangkau, akan susah diukur. Ketetapan awal dari pemerintah tetap Rp 95 juta, dan kenaikan harga bergantung inflasi, penambahan fitur keamanann dan teknologi.

”Kalau dilihat tren kenaikan sekarang, antara KBH2 dengan inflasi, lalu dibandingkan dengan non KBH2, yang tetap terkontrol ya mobil-mobil KBH2. Berapa perbandingan kenaikannya (antara dua segmen) itu yang mesti dipelajari,” kata Sudirman, (7/4/2017).

Sudirman menggambarkan bahwa sudah tiga kali terjadi inflasi sejak pertama kali program KBH2 diluncurkan pada 2013. Selain naik karena inflasi, mobil-mobil yang ikut program KBH2 juga ditambah 10 persen untuk safety dan 10 persen lagi untuk teknologi.

”Sehingga kalau diliat rate-nya seperti tadi, penambahan transmisi otomatis, ABS, itu bisa sampai Rp 150 jutaan. Ya harganya akan segitu terus, asal inflasi tidak naik, harga jual tidak akan naik juga,” ucap Sudirman.

Beberapa model mobil yang ikut program KBH2 memang sudah tembus Rp 150 jutaan. Sebut saja Toyota Calya tipe tertinggi, atau Honda Brio Satya transmisi otomatis. Begitu juga dengan Astra-Toyota Agya tipe TRD transmisi otomatis. (Donny Apriliananda)

Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help