Saat Guru dan Murid Lain Makan, 6 Santri yang Hanyut Memilih Bermain di Sungai

Enam siswa MTS Bani Alimursad Dusun Banaran Desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan hanyut saat berekreasi di objek wisata Sungai Grape

Saat Guru dan Murid Lain Makan, 6 Santri yang Hanyut Memilih Bermain di Sungai
ist/instagram sonny_misdananto
Upaya pencarian dan evakuasi korban hanyut yang dibagikan oleh pengguna media sosial Instagram 

TRIBUNJAMBI.COM -  Enam siswa MTS Bani Alimursad Dusun Banaran Desa Kerik Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan hanyut saat berekreasi di objek wisata Sungai Grape di Desa Grape Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (10/4/2017) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Wungu, AKP Nuryadi saat ditemui di lokasi kejadian menuturkan, siang itu rombongan dari siswa MTS Bani Alimursad melakukan kegiatan outbound di objek wisata Monumen Kresek yang tak jauh dari wisata Sungai Grape.

"Mereka melakukan kegiatan outbond di Kresek, katanya selesai dari kegiatan outbound mampir untuk makan siang," kata AKP Nuryadi saat ditemui di lokasi, Senin (10/4/2017) malam.

Kegiatan outbound itu diikuti siswa laki-laki sebanyak 43 siswa dan siswa perempuan sebanyak 85 siswa.

Sementara guru pendamping yang mengikuti kegiatan sebanyak empat guru laki-laki dan enam guru perempuan.

Dikatakanya, dari keterangan sejumlah saksi di lokasi saat kejadian, sebagian besar siswa makan siang bersama guru-guru. Sepuluh siswa di antaranya bermain air di Sungai Grape yang saat itu belum banjir.

Saat itu, kata Nuryadi air di Sungai Grape tiba-tiba datanglah banjir. Saat itu empat orang siswa berhasil lari dan menghindar dari terjangan banjir.

Sementara enam siswa tidak sempat naik dari sungai dan hanyutterbawa banjir. Enam siswa yang hanyut di antaranya, Ahsan Nurfuad (14) siswa kelas VIII, Hasmi (14) kelas VIII, Ma'arif Sachaf (13) Kelas VII, Adliyan (13) Kelas VII, Ramadhani (14) Kelas VIII, dan Gandi (13) Kelas VII.

Selanjutnya, kata Nuryadi, dilakukan pencarian korban oleh tim gabungan dibantu warga. Di antara, petugas dari Perhutani 15 orang, anggota kepolisian dari Polslek Wungu dan Polres Madiunssbanyak 50 personil, Tagana 6 orang, BPBD Kabupaten Madiun 6 orang dan anggota Koramil dan Kodim 0803 Madiun 30 orang.

Sekitar satu setengah jam pencarian, sekitar pukul 15.30 WIB, tim gabungan pencarian berhasil menemukan dua korban dalam waktu hampir bersamaan.

Korban pertama ditemukan, yakni Ahsan Nurfuad, sekitar setengah kilometer dari lokasi awal hanyut. Sementara korban kedua Hasmi (14) ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal.

"Tubuh mereka terasangkut bebatuan dan semak-semak," katanya. (rbp)

Editor: rahimin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help