TribunJambi/
Home »

News

Bocah Penderita Tulang Rapuh dan Ibunya Ingin Curhat dengan Ridwan Kamil

Muhammad Fahri Asidiq (11), bocah penderita tulang rapuh atau osteogenesis imperfecta memiliki keinginan besar untuk bertemu Wali Kota Bandung

Bocah Penderita Tulang Rapuh dan Ibunya Ingin Curhat dengan Ridwan Kamil
(Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana)
Muhammad Fahri Asidiq ?(11) bocah yang menderita tulang rapuh akibat mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta bersama ibunya, Sri Astati Nursani. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANDUNG - Sri Astati Nursani (32) dan anaknya, Muhammad Fahri Asidiq (11), bocah penderita tulang rapuh atau osteogenesis imperfecta memiliki keinginan besar untuk bertemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

"Saya sama Fahri ngefans sama Pak Wali," kata Sri Astati Nursani kepada Kompas.com, Senin (10/4/2017).

Sri menambahkan, keinginan dia dan anaknya bertemu Ridwan Kamil sampai saat ini belum terwujud.

Rumah Sri dan Fahri di RT 01 RW 03, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, malah sudah dikunjungi Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

"Kalau ketemu Pak Wali mau curhat. Mungkin beliau bisa lebih mengerti kami," ungkapnya.

Sri mengaku pernah bertemu langsung dengan Ridwan Kamil. Namun pertemuan tersebut terjadi pada saat dirinya ditertibkan oleh Satpol PP Kota Bandung dalam razia pedagang kaki lima di sekitaran pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza (BIP).

Pada saat itu, Ridwan Kamil yang ikut dalam razia mengusir Sri agar tidak lagi berjualan tisu di sekitaran BIP yang memang menjadi kawasan Zona Merah bebas PKL.

Sri sempat berbicara langsung dengan Ridwan Kamil meminta agar barang dagangannya tidak diangkut petugas Satpol PP dan diberikan keringanan agar tetap berjualan di lokasi tersebut.

Sri juga tidak membeberkan perihal kondisi kesehatan anaknya.

Tidak ada toleransi dari pria yang akrab disapa Emil itu. Sri tetap tidak diperkenan berjualan di lokasi tersebut karena harus sesuai dengan aturan.

"Saya enggak marah ditertibkan sama Pak Wali, karena saya sadar melanggar aturan. Beliau cuma nyuruh pindah tempat saja," akunya.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help