Disebut Nazaruddin Terima 500 Ribu Dollar AS, Ini Komentar Ganjar

TRIBUNJAMBI.COM, BAWEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah keterangan mantan

Disebut Nazaruddin Terima 500 Ribu Dollar AS, Ini Komentar Ganjar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Anggota Komisi II DPR yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/3/2017). Selain Ganjar, anggota DPR Agun Gunandjar dan Gubernur BI Agus Martowardojo juga menjadi saksi terkait kasus dugaan korupsi penerapan KTP elektronik dengan terdakwa Irman dan Sugiharto. 

TRIBUNJAMBI.COM, BAWEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah keterangan mantan bendahara umum Partai Demokrat Nazaruddin yang menyatakan dirinya menerima uang 500.000 dollar AS terkait proyek e-KTP.

Hal itu dikatakan Ganjar menjawab pertanyaan wartawan di sela kunjungan Presiden RI Joko Widodo meninjau pembangunan ruas jalan tol Bawen-Salatiga di wilayah Desa Polosiri, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (8/4/2017) siang.

Nazaruddin dalam persidangan menyebut Ganjar, yang ketika itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR, menerima 500.000 dollar AS atau sama besarnya dengan jatah Ketua Komisi II.

(baca: Kata Nazaruddin, Ganjar Tolak Uang E-KTP karena Jumlahnya Tak Sesuai)

Ganjar mengaku setidaknya pernah lima kali ditawari uang yang belakangan diketahui berkaitan dengan proyek e-KTP. Ia mengaku menolak seluruh tawaran tersebut.

"Apakah saudara menerima? Tidak. Lha, saya saja nolak lima kali kira-kira. Waktu ditawari itu dua kali, waktu dari bocoran itu tiga kali kalau ndak salah, berarti kan lima kali. Kalau lima kali saya nolak terus, masa saya menerima?" kata Ganjar.

(baca: Kasus E-KTP, Ganjar Tiga Kali Ditawarkan Uang, Sekali Diberi Bungkusan)

Keterangan Nazaruddin lainnya yang tidak sesuai fakta, kata Ganjar, adalah dirinya menerima pembagian uang di Ruang Kerja Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Anggota Badan Anggaran DPR RI, Mustokoweni sekitar bulan September-Oktober.

"Ini menarik, karena waktu itu ditanya bahwa saya menerima di ruangan bu Mustokoweni. Kapan itu saya tanya? September sama Oktober. Lha, bu Mustokoweni saja meninggal juni kok," kilahnya.

"Jadi maksud saya, saya nggak tahu apakah ada orang mengarang-ngarang dan menarik-narik, saya tidak tahu," imbuhnya.

(baca: Novanto Kaget Dengar Kesaksian Ganjar di Sidang Kasus E-KTP)

Sementara itu, terkait dengan pernyataan Ketua DPR RI Setya Novanto yang membantah isi percakapannnya dengan Ganjar saat bertemu di Bandara Ngurah Rai, Bali, Ganjar mengatakan, kemungkinan Setya Novanto lupa.

"Ya, nggak papa. Lha bisa jadi orang lupa, bisa jadi orang tidak ingat itu. Tapi kalau saya ditanya (saya jawab) yang saya inget saja," kata Ganjar.

PenulisKontributor Ungaran, Syahrul Munir

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved