Cerita Kakek Sutikno Bersihkan Kali Tanpa Imbalan, Pernah Ketemu Buaya ini yang Dilakukannya

Sutikno (60) tampak memandangi bibir sungai yang berada di depan rumahnya, Kampung Purwodinatan RT 03 RW 01, Semarang Tengah

Cerita Kakek Sutikno Bersihkan Kali Tanpa Imbalan, Pernah Ketemu Buaya ini yang Dilakukannya
Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Sutikno membersihkan sampah di depan rumahnya. TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS 

TRIBUNJAMBI.COM - Sutikno (60) tampak memandangi bibir sungai yang berada di depan rumahnya, Kampung Purwodinatan RT 03 RW 01, Semarang Tengah, Sabtu (1/4/2017).

Saat ditemui Tribun Jateng, ia tersenyum lebar sambil menunjukkan bantaran sungai yang telah dibersihkannya.

Bergelut dengan sampah dan air sungai bukan menjadi pekerjaan yang menjijikkan baginya. Hal itu sudah dilakukan selama 20 tahun.

"Sejak 1997 saya kerja nyata memungut sampah-sampah secara manual, karena prihatin melihat rumah-rumah sering kebanjiran (saat itu)," katanya.

Hati Sutikno tergerak untuk membersihkan sungai karena melihat tetangga kanan kirinya yang sering kali membuang sampah sembarangan di sungai.

Berbekal cangkul, karung, dan papan, Sutikno menyusuri Kali Semarang yang dimulai dari Pekunden hingga Purwadinatan. Pekerjaan itu pun dilakukannya seorang diri.

"Tidak ada orang yang mau membantu saya membersihkan sungai, sebab mereka (warga) takut kena pecahan kaca dan digigit ular," tuturnya.

Selama ini, Sutikno mengaku mendapat bantuan dari Pemkot Semarang sebesar Rp 500 ribu per bulan.

Meski demikian, ia tak berharap bakal mendapat penghasilan lebih dari Pemkot Semarang atas pekerjaannya itu.

"Tidak apa-apa (tak dibayar). Dari mencari sampah di sungai, saya bisa mendapatkan barang rongsok yang bisa dijual untuk tambahan biaya hidup," ujarnya.

Halaman
123
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved