Tiga Jenderal Ledakan Kapal ikan Asing

TRIBUNJAMBI.COM, MEDAN - Tiga jendral yang bertugas di Sumatera Utara masing Kapolda Sumut, Irjend Rycko

TRIBUNJAMBI.COM, MEDAN - Tiga jendral yang bertugas di Sumatera Utara masing Kapolda Sumut, Irjend Rycko Amelza Dahniel, Kasdam I/Bukit Barisan, Brigjend TNI Tiopan Aritonang, dan Pangkosek Hanudnas III, Marsma TNI Age Wiraksono meledakkan enam kapal Malaysia, dan satu kapal lokal.

Peledakan dan penenggelaman kapal ini lantaran masing-masing kapal melakukan penangkapan ikan ilegal.
"Ke tujuh kapal ini ditenggelamkan setelah keluar putusan incracht dari pengadilan. Penenggelaman merupakan bagian dari tindakan tegas terhadap kapal-kapal yang melakukan kegiatan ilegal di wilayah Sumatera Utara," kata Kapolda Sumut, Irjend Rycko Amelza Dahniel di Dermaga Polisi Air Polda Sumut yang ada di Belawan, Sabtu (1/4/2017).

Adapun kapal yang ditenggelamkan itu masing-masing KM SLFA 2675 asal Malaysia dengan tersangka Zaw, kewarganegaraan Myanmar yang ditangkap pada 13 Desember 2015 silam. Kemudian, KM SLFA 4778 asal Malaysia dengan tersangka Chia, yang ditangkap pada 17 Februari 2016 silam.

Lalu, KM PKFA 3378 asal Malaysia, dengan tersangka Tepparak Insorn warga negara Thailand yang ditangkap pada 12 Juli 2016. KM Extra Joss III asal Indonesia, dengan tersangka Amiruddin yang ditangkap pada 25 Juli 2016.
KM PKFB 1152 asal Malaysia dengan tersangka Chit warga Myanmar, yang ditangkap pada 30 Juli 2016 lalu.

KM PKFA 8114 asal Malaysia, dengan tersangka Moe alias Swan warga negarayanmar yang ditangkap pada 30 Juli 2016 lalu, serta KM KHF 1767 asal Malaysia dengan tersangka Ko Kyaw Soe warga Myanmar yang ditangkap pada 25 Agustus 2016 silam.

"Peledakan kapal ini berada di Perairan Belawan dengan titik koordinat 03 47' 500" U-098 42' 250" T," ungkap jendral bintang dua ini usai peledakan.

Dari pantauan Tribun, setelah kapal meledak, asap hitam mengepul di perairan Belawan. Banyak warga pinggiran perairan Belawan yang kaget saat mendengar ledakan.

Irjend Rycko Amelza Dahniel juga mengultimatum kapal asing untuk tidak masuk ke perairan Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Jika tetap nekat memasuki pantai Sumatera Utara, maka kapal-kapal asing itu akan diledakkan dan ditenggelamkan.

"Ini pelajaran bagi siapa saja yang coba-coba melakukan kegiatan ilegal di wilayah Sumatera Utara. Kami ingatkan, jangan coba-coba untuk melakukan pelanggaran hukum," kata Rycko.

Menurutnya, peledakan tujuh kapal merupakan perintah langsung dari Kementerian Kelautan. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 12 titik Indonesia.

"Peledakan dan penenggalaman kapal juga dilakukan di Sorong, Bali, Marauke dan Tarakan. Ada juga di beberapa wilayah lainnya," ungkap Rycko.

Dalam kesempatan ini, sayangnya para tersangka tidak dihadirkan. Sebab, ketujuh tersangka sudah menjalani proses hukum lantaran sudah divonis oleh pengadilan dan putusannya dinyatakan incracht.(tribun medan)

Editor: ridwan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help