TribunJambi/

Dipertanyakan, Sumber Dana Bantuan yang Kerap Diberikan Bupati Dedi Mulyadi

Sejumlah warga dan netizenmempertanyakan sumber dana bantuan yang diberikan BupatiPurwakarta Dedi Mulyadi.

Dipertanyakan, Sumber Dana Bantuan yang Kerap Diberikan Bupati Dedi Mulyadi
DOK. HUMAS PEMKAB PURWAKARTA
Siti Rokayah (85), yang digugat anaknya Rp 1,8 miliar ke Pengadilan ditemui langsung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di rumah anak bungsunya di kawasan Garut Kota, Sabtu (25/3/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah warga dan netizenmempertanyakan sumber dana bantuan yang diberikan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Sebab, Dedi yang juga ketua DPD Golkar Jabar ini kerap memberikan bantuan, bukan hanya untuk warga Purwakarta, tetapi juga dari daerah lain.

"Saya lihat dia (Dedi) memberikan bantuan tidak hanya untuk wargaPurwakarta. Tapi juga untuk warga di luar Purwakarta. Dari mana dananya," tanya Andi Sulistiawan, warga Plered, Purwakarta, Jumat (31/3/2017).

Andi mengaku khawatir dana yang digunakan bersumber dari APBDPurwakarta. Jika APBD digunakan untuk kebutuhan wargaPurwakarta tak menjadi soal. Namun jika bukan, kasihan wargaPurwakarta.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengaku pernah mendapat pertanyaan serupa. Ia menjawab bahwa sumber dana dari bantuan yang diberikannya murni dari kantong pribadi.

"Gaji, tunjangan, dan biaya operasional saya sebagai bupati sebulannya sekitar Rp 50 juta. Saya tidak pernah memakannya," ujar Dedi kepada Kompas.com, Jumat (31/3/2017).

Dana tersebut, sambung Dedi, diberikan untuk membantu warga-warga yang membutuhkan. Untuk kebutuhan keluarganya, ia mengambil dari bisnisnya sebagai petani dan peternak.

"Biaya hidup istri dan anak saya kecil, dari sawah saya sudah cukup," tuturnya.

Dedi mengatakan, uang Rp 50 juta dari gaji dan tunjangannya tidak cukup untuk bantuan yang diberikannya. Ia bahkan kerap mengocek kantong pribadinya lebih dalam.

"Kayak kemarin saya memberikan bantuan untuk rumah warga yang mau roboh Rp 15 juta. Kalau saya menolong 4 warga saja, gaji saya tidak cukup," tuturnya.

Selain dana pribadi, ia mengaku mendapat sumbangan dari rekan-rekannya. Jika Dedi menemukan orang yang membutuhkan, maka ia akan memberi tahu teman-temannya untuk saweran.

Mengenai bantuannya ke warga di luar Purwakarta, Dedi mengaku tidak khawatir offside. Karena bantuan tidak mengenal batas wilayah.

"Kalau kita menemukan orang di jalan menemukan orang butuh bantuan, masa saya harus nanya dia warga mana, lihat KTP-nya. Kalau bukan warga saya, saya enggak bantu," ucapnya.

Selain itu, ia mengaku akrab dengan bupati/wali kota di Jabar. Jadi ketika memberikan bantuan tidak ada persoalan. Bahkan para bupati ini kerap bekerja sama memberikan bantuan.

Berita sebelumnya, Dedi kerap memberikan bantuan pada warga diPurwakarta maupun luar Purwakarta. Kasus terakhir yang ia bantu adalah memberi bantuan hukum maupun dana untuk ibu yang digugat anaknya Rp 1,8 miliar di Garut serta bantuan hukum dugaan kasus eksplotasi anak di Bandung.

Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help