Kata Bambang Soesatyo: Miryam Sedang Berusaha Memfitnah Sana-sini

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengaku tidak sepenuhnya menyalahkan penyidik KPK Novel Baswedan.

Kata Bambang Soesatyo: Miryam Sedang Berusaha Memfitnah Sana-sini
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Bambang Soesatyo 

TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengaku tidak sepenuhnya menyalahkan penyidik KPK Novel Baswedan.

Novel dalam kesaksian di sidang kasus e-KTP mengutip pernyataan Miryam S Haryani yang ditekan Komisi III DPR termasuk Bambang Soesatyo.

"Saya tidak sepenuhnya menyalahkan Novel. Mungkin saja Novel benar bahwa itu keterangan Miryam," kata Bambang melalui pesan singkat, Kamis (30/3/2017).

Bambang berpendapat kesaksian Miryam dihadapan penyidik KPK seharusnya dikronfontir terlebih dulu kepada nama-nama tersebut.

Menurut Bambang, pernyataan Miryam ngawur. "Jadi, saya melihat Miryam ini sedang berusaha memfitnah sana-sini," kata Bambang.

Lanjut dia, dalam sidang sebelumnya Miryam mengaku ditekan tiga penyidik KPK.  "Sekarang dia bilang ditekan sejumlah anggota Komisi III DPR. Mana yang benar?"tanya Politikus Golkar itu.

Bambang melihat kesaksian tersebut merupakan upaya pembunuhan karakter. Sebab, Bambang menyatakan ragu pada kesaksian Miryam yang diancam dan ditekan penyidik saat pemeriksaan karena termonitor kamera.

"Saya bela penyidik KPK. Kok sekarang malah saya yang dituduh menekan dan mengancam Miryam? Urusannya apa? Apalagi dikait-kaitkan dengan Komisi III DPR," kata Bambang.

Sebelumnya, bekas anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani mengaku mendapatkan ancaman dari enam rekannya di DPR RI terkait kasus korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012.

Ancaman tersebut disampaikan Miryam kepada tiga penyidik KPK yang memeriksa dirinya pertama kali di KPK yakni Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan Irwan Santoso. "Satu nama yang disebut, yaitu Bambang Soesatyo."

"Yang bersangkutan adalah salah satu orang yang disebut saksi mengancam, Yang Mulia," kata Novel Baswedan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Saat dipertegas Jaksa KPK Irene Putrie, Novel mengatakan Miryam mengatakan enam orang yang mengancam dia untuk tidak buka mulut terkait bagi-bagi uang di DPR RI.

"Yang disebut Saudari Miryam ada Bambang Soesatyo, Azis Syamsudin. Yang disebut juga Desmond J Mahesa, Masinton Pasaribu. Seingat saya atas nama Syarifudin Sudding, satu lagi dia lupa, disebut nama partainya," kata Novel.

Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved