TribunJambi/

Terlalu Sering Puji Anak Pintar Tidak Selalu Menguntungkan

Ucapan orangtua adalah harapan. Namun, sebuah studi menyarankan untuk lebih waspada dalam memberikan sanjungan dan pujian pada anak-anak.

Terlalu Sering Puji Anak Pintar Tidak Selalu Menguntungkan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM  - Ucapan orangtua adalah harapan. Namun, sebuah studi menyarankan untuk lebih waspada dalam memberikan sanjungan dan pujian pada anak-anak.

Studi yang dilakukan oleh Columbia University, menemukan, 85 persen orangtua di Amerika merasa sangat penting untuk mengatakan pada anak bahwa mereka pintar.

Peneliti menemukan semakin banyak orangtua memuji anak atau menyebutnya dengan kata “Pintar” atau “Cerdas”, meskipun kemampuan anak  masih dalam kategori rata-rata.

Tujuan dari kebiasaan memberikan pujian positif itu adalah orangtua menginginkan agar anak percaya diri dan optimis pada kehidupan serta prestasi akademis mereka.

Namun, peneliti justru melihat terlalu sering memuji pintar pada anak bisa menyebabkan anak kurang berprestasi.

Menurut penelitian, memberikan label anak pintar bisa membuat performa akademis mereka mengalami penurunan.

Psikolog Carol Dweck dan tim-nya di Columbia mempelajari efek pujian pada anak-anak sekolah di New York.

Studinya tersebut melibatkan 400 murid sekolah dasar.

Rekan peneliti Dweck melakukan sejumlah tes pada responden anak. Usai anak menyelesaikan ujian, para peneliti memberikan pujian yang berbeda pada masing-masing anak.

Ada yang memujinya dengan singkat menggunakan kata “Pintar” dan “Kamu pasti telah berusaha dan belajar untuk ujian ini,”.

Ternyata, anak-anak yang dipuji karena telah berusaha dan bekerja keras mengalami peningkatan akademis signifikan ketimbang anak yang diapresiasi dengan sebutan pintar.

Dweck mengatakan ketika anak-anak mendengar bahwa usaha dan upayanya dalam belajar dipuji, maka mereka semakin terpacu untuk memperoleh nilai yang lebih baik.

Editor: awang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help