TribunJambi/

Kalbe Farma Incar Usaha Rintisan Bidang Kesehatan

Perusahaan farmasi lokal, PT Kalbe Farma Tbk, makin fokus menggarap bisnis rintisan (start up) bidang kesehatan berbasis online.

Kalbe Farma Incar Usaha Rintisan Bidang Kesehatan
ANTARA FOTO/R. REKOTOMO
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Perusahaan farmasi lokal, PT Kalbe Farma Tbk, makin fokus menggarap bisnis rintisan (start up) bidang kesehatan berbasis online. Vidjongtius, Direktur Kalbe Farma Tbk menyatakan, perusahaan itu kini tengah mengkaji ekspansi dan mengincar salah satu start up di sektor kesehatan.

Namun dia masih belum bersedia membeberkan identitas nama perusahaan rintisan yang tengah diincar Kalbe Farma. "Kami juga masih terus mencari perusahaan yang akan kami akuisisi sehingga tidak mematok target tertentu," katanya kepada KONTAN, Senin (20/3),

Langkah ini sebagai upaya perusahaan tersebut untuk masuk ke bisnis layanan kesehatan berbasis online. Apalagi bidang kesehatan menjadi salah satu bidang usaha yang potensial.

Apabila bisa mengkombinasikan bidang ini dengan inovasi teknologi seperti berbasis online, Vidjontius yakin Kalbe Farma bisa mengoptimalkan pasar perusahaan ini. Selain itu, emiten dengan kode saham KBLF ini bisa memaksimalkan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk memaksimalkan potensi pasar farmasi.

Namun, Vidjongtius belum bersedia menjelaskan detil agenda itu serta anggaran ekspansi di start up kesehatan. Dia hanya menyatakan, perusahaan ini akan berhati-hati memilih perusahaan rintisan. Maklum, "Tidak sedikit start up yang mati di tengah jalan," tukasnya.

Pabrik Baru Siap Jalan

Selain menggarap start up kesehatan, Kalbe Farma bersiap-siap memproduksi obat baru. Apabila tidak ada halangan, perusahaan tersebut mulai mengoperasikan pabrik biosimiliar pada tahun depan. Pabrik baru ini berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Menurut Vidjongtius, kapasitas pabrik obat baru ini antara 5 juta-10 juta unit. Pabrik dengan nilai investasi US$ 35 juta ini nantinya akan memproduksi obat-obatan dengan teknologi bioteknologi.

Sebagai tahap awal, pabrik ini akan memproduksi eritropoetin. Obat ini diklaim sangat dibutuhkan dalam proses cuci darah dan terapi kanker. Kalbe Farma akan memasarkan obat ini di dalam negeri lebih dulu. Tahap selanjutnya, Kalbe Farma akan memasarkannya ke pasar ASEAN.

Selain membuat produk jadi, perusahaan tersebut memproduksi bahan baku obat untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrikan obat dalam negeri. Maklum, selama ini pabrikan obat lokal banyak mengimpor bahan baku karena minimnya produksi lokal. "Namun karena hanya bahan baku biosimilar, produk kami belum bisa menggantikan kebutuhan impor," tutur Vidjongtius.

Bila beroperasi, Kalbe Farma akan memiliki 11 pabrik di beberapa lokasi. Pada September 2016, perusahaan ini telah mengoperasikan pabrik vitamin herbal, hasil kerjasama dengan Blacmores Ltd Australia.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help