TribunJambi/

EDITORIAL

Menanti Aksi Sapu Bersih

APRESIASI layak disematkan untuk Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Kaltim yang telah berhasil mengungkap pungutan liar (pungli) di...

APRESIASI layak disematkan untuk Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Kaltim yang telah berhasil mengungkap pungutan liar (pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Samarinda. Kerja keras aparat berbuah pada didapatkannya barang bukti pungli sebanyak Rp 1,6 miliar.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahkan langsung berkunjung ke Samarinda, untuk bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat. Ia mengapresiasi kinerja kepolisian, dan juga sekaligus meminta supaya di daerah lain juga dipantau atas kemungkinan berlangsungnya pungli.

Peristiwa pengungkapan pungli di Samarinda ini bisa jadi seperti fenomena gunung es. Mungkin saja yang berlangsung sebenarnya lebih besar daripada yang sudah terlihat. Potensi terjadinya hal yang sama bukan hanya di Samarinda, tapi juga di daerah lainnya, termasuk di Provinsi Jambi.

Seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang membentuk tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli), di daerah, termasuk di Provinsi Jambi dan kabupaten/kota. Hanya saja hingga kini belum terlihat hasil kerja yang signifikan dari tim saber pungli tersebut.

Peluang terjadinya pungli di Jambi masih cukup besar, terlebih di ranah pelayanan publik dan pada saat pengadaan barang/jasa. Aksi sogok-menyogok, fee proyek, dan lain sebagainya masih sangat mungkin terjadi. Bahkan di lembaga yang sangat vital, seperti pada instansi pendidikan.

Dibentuknya tim saber pungli menjadi angin segar bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan tanpa adanya pungutan liar. Namun angin segar itu perlahan tidak terasa lagi karena tim yang sebenarnya memiliki taring yang panjang nan tajam tersebut, belum terlihat kerja nyatanya.

Apakah ini karena memang tidak ada lagi pungli di Jambi sehingga tidak ada kabar hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan tim saber pungli? Ataukah karena tim saber pungli lebih fokus pada pencegahan daripada penindakan? Dua pertanyaan ini menjadi sangat mendasar untuk melihat lebih jauh kinerja dari tim saber pungli yang telah dibentuk di semua tingkatan daerah.

Seperti yang diungkapkan Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jambi, Taufik Yasak, yang menyebut hingga kini peluang terjadinya pungli masih cukup besar di Provinsi Jambi, apalagi di sektor pelayanan publik. Sektor pelayanan publik berdasarkan catatan Ombudsman masih pada zona merah. Ini mengindikasikan masih besarnya potensi pungli di bidang pelayanan publik.

Kita berharap setelah beberapa bulan terbentuk, tim saber pungli di Jambi bisa menunjukkan aksi nyata kepada masyarakat. Jangan sampai timbul kecurigaan yang macam-macam dari masyarakat kepada tim saber pungli ini.

Untuk menjawabnya tentu hanya bisa dengan aksi nyata. Tim saber pungli sangat kita harapkan bisa memenuhi ekspektasi masyarakat, yakni Provinsi Jambi tanpa pungli. Kita sama-sama masih menanti aksi sapu bersih dari tim yang bertaring tajam. (*)

Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help