Health and Beauty

Waspadai Anemia Defisiensi Zat Besi; Bayi Cepat Lelah dan Imunitas Menurun

ZAT Besi adalah mineral penting yang berikatan dengan protein di dalam sel darah merah yang terlibat dalam transport oksigen

Waspadai Anemia Defisiensi Zat Besi; Bayi Cepat Lelah dan Imunitas Menurun
facebook vivienne

TRIBUNJAMBI.COM - ZAT Besi adalah mineral penting yang berikatan dengan protein di dalam sel darah merah yang terlibat dalam transport oksigen ke seluruh tubuh.

Bila kadar zat besi turun,organ dan jaringan tidak mendapatkan transport oksigen yang cukup, dan ini menyebabkan kelelahan, penurunan performa, dan penurunan sistem kekebalan tubuh (imunitas).

Kondisi dimana terdapat ketidakcukupan zat besi dalam tubuh untuk mempertahankan fungsi fisiologisnya (normal) ini dikenal dengan istilah Defisiensi besi.

Dokter Byanicha Aurora mengatakan defisiensi zat besi dapat timbul karena kurangnya penyerapan zat besi dan peningkatan kebutuhan zat besi akibat pacu tumbuh sehingga terjadi ketidakseimbangan antara asupan zat besi dan kebutuhan zat besi didalam tubuh.

"Faktor risiko yang menyebabkan defisiensi besi adalah riwayat kelahiran premature atau berat badan lahir rendah, paparan terhadap logam berat, ASI ekslusif lebih dari 4 bulan tanpa suplementasi besi, konsumsi MP ASI yang rendah zat besi, pola makan yang salah pada anak yang sudah mendapatkan MP ASI seperti terlalu banyak minum susu formula, atau keranjingan minum teh botol juga menyebabkan peningkatan risiko," katanya.

Infeksi kronis dan infeksi cacing juga merupakan penyumbang angka kejadian defisiensi besi pada anak yang tidak boleh dilupakan.

Penurunan status zat besi merupakan kondisi berkesinambungan yang dimulai dengan anemia defisiensi besi lalu menjadi defisiensi besi.

Anemia pada anak ditegakkan sebagai diagnosis bila ditemukan kadar hemoglobin lebih kecil dari batas nilai normal untuk usianya. Prevalens anemia pada kelompok usia < 2 tahun masih tinggi yaitu 55 %, dan pada kelompok > 2 tahun berkisar 10-15%.

Sesuai anjuran, WHO merekomendasikan pemberian suplementasi besi tanpa skrining untuk fasilitas layanan primer mutlak diperlukan.

Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian 2 mg/KgBB/hari dimulai sejak bayi berusia 4 bulan sampai 2 tahun pada bayi cukup bulan yang mendapatkan ASI ekslusif.

Suplementasi besi diberikan kepada semua anak, dengan prioritas usia balita (0-5 tahun), terutama 0-2 tahun, khusus remaja putri ditambahkan asam folat 400 ug.

Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan mulai usia 2 tahun dan selanjutnya tiap tahun sampai remaja.

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help