TribunJambi/

Farida dan Habibi Mencari Jalan ke Jakarta

...48 kepala keluarga (KK) korban banjir di Kelurahan Legok, termasuk Farel, bocah berusia 1,3 tahun yang divonis kebocoran jantung.

Farida dan Habibi Mencari Jalan ke Jakarta
Tribun Jambi
Farida menggendong Farel yang mengalami kebocoran jantung. 

Farel, Sang Buah Hati, Bocor Jantungnya

MINGGU (19/3) sekira pukul 14.00, air di Danau Sipin sedikit surut, meski dari kejauhan tampak jalan di perkampungan seberang danau masih tergenang air. Farida (19) duduk di depan ruang TK Wisata Pintar di Jalan Mayjen Sutoyo, RT 14, Kelurahan Telanaipura, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

TEMPAT pendidikan itu menjadi satu di antara lokasi pengungsian 48 kepala keluarga (KK) korban banjir di Kelurahan Legok, termasuk Farel, bocah berusia 1,3 tahun yang divonis kebocoran jantung.

Farida merupakan satu di antara ratusan pengungsi korban banjir, yang harus tidur di tenda, karena rumah orang tua yang ditumpangi bersama suaminya, ikut terendam.

Namun, siang itu, suasana di tenda pengungsian sepi. Hanya ada belasan petugas Tagana Dinas Sosial Kota Jambi yang masih berjaga. Para pengungsi mulai pulang ke rumah masing-masing sejak pagi, untuk melihat kondisi rumah mereka yang terendam.

Saat disambangi Tribun, Farida tengah menunggu jemputan suami, sambil menggendong M Farel yang tak mengenakan baju. Dia menceritakan kondisi anak keduanya yang mengalami kebocoran jantung. Kondisi pertumbuhan fisik dan kemampuannya tidak berjalan normal, selayak anak seusianya.

Sebulan lalu, keprihatinan pasangan Farida dan Habibi (27) meluap, kala mengetahui anaknya menderita penyakit tersebut. "Satu bulan yang lalu baru ketahuan. Awalnya sakit sering terlihat susah bernapas," ujarnya.

"Farel dibawa ke RSUD Raden Mattaher, karrna dikira radang paru-paru. Setelah diperiksa lebih lanjut, dokter bilang katup jantungnya bocor," tutur Farida.

Kabar itu membuat pasangan muda itu iba hati. Sambil bertutur, air mata Farida menetes. "Dak tahan lihatnya kasihan. Mana orang tuanya orang susah," katanya.

Sempat membaik, namun seminggu kemudian kondisi Farel membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit karena rewel. "Sulit bernafas dan sering menangis di malam hari. Empat kali di bawa ke rumah sakit. Dokter nyaranin dibawa ke Jakarta bae. Dioperasi, rencananya ke RSCM," tutur perempuan berambut panjang ini.

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help