TribunJambi/

Album Lagu Kerinci Terlaris, Tiga Bulan Laku 7 Ribu Unit Kaset, Dipasarkan Sampai ke Malaysia

Industri musik di Kabupaten Kerinci masih eksis. Berbagai jenis album lagu daerah Kerinci jenis tale, solo, klasik dan kocak tetap ramai beredar di pa

Album Lagu Kerinci Terlaris, Tiga Bulan Laku 7 Ribu Unit Kaset, Dipasarkan Sampai ke Malaysia
ist
Industri musik di Kabupaten Kerinci masih eksis. Berbagai jenis album lagu daerah Kerinci jenis tale, solo, klasik dan kocak tetap ramai beredar di pasaran. Satu di antara album lagu terlaris saat ini yakni 'Malang Munimpo'. Album yang dicetak Rony Music Record Kerinci sejak akhir 2016 lalu sampai sekarang telah laku terjual 7 ribu keping. Kehadiran Ardika, penyanyi baru dengan keterbatasan fisik, namun memiliki suara yang tak kalah dengan artis lainnya, ini menjadi ciri khas dalam album tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Industri musik di Kabupaten Kerinci masih eksis. Berbagai jenis album lagu daerah Kerinci jenis tale, solo, klasik dan kocak tetap ramai beredar di pasaran. Satu di antara album lagu terlaris saat ini yakni 'Malang Munimpo'. Album yang dicetak Rony Music Record Kerinci sejak akhir 2016 lalu sampai sekarang telah laku terjual 7 ribu keping.

Kehadiran Ardika, penyanyi baru dengan keterbatasan fisik, namun memiliki suara yang tak kalah dengan artis lainnya, ini menjadi ciri khas dalam album tersebut. Apalagi lagu yang dibawakannya menceritakan kisah hidup seseorang tunanetra sejak kecil ditinggal pergi oleh orangtua.

Ujang Francis, produser lagu daerah Kerinci yang juga pencipta lagu 'Malang Munimpo' tersebut mengatakan album itu merupakan yang terlaris, disusul lagu 'Budi Lamo' di Kerinci. Ia menuturkan lagu yang diterbitkan itu diterima dengan baik oleh masyrakat Kerinci. "Yang habis kasetnya sudah 7 ribu dalam jangka tiga bulan sejak akhir 2016. Saat ini kta masih tambah cetakan untuk diedarkan," katanya kepada Tribun, Kamis (16/3).

Dalam album lagu tersebut berisi 12 lagu Kerinci. Dua di antaranya dibawakan Ardika, penyanyi baru yang memikiki keunikan suara. Lagu yang dibawakan Ardika, diciptakan langsung sesuai dengan latar belakang kehidupan. "Dia (Ardika) awalnya pengamen, sebelumnya pernah datang ingin bergabung dan ditolak. Tapi akhirnya kita terima dan nampaknya memiliki nilai jual," ungkap Ujang.

Untuk pemasaran kaset yang telah dicetak selain di Kerinci dan Sungai Penh,juga diedarkan di Jambi, Bangko, Sarolangun, Bengkulu dan Malaysia. Dengan harga kaset ditingkat distributor Rp9 ribu, sedangkan eceran Rp15 ribu per keping.

"Pemasaran dari daerah sampai Malaysia, kita ada keluarga juga disana. Yang ada penduduk tetap orang Kerinci, seperti di Selangor. Ada juga yang mesan sampai 500 unit kaset lagu baru untuk dibawa ke Malaysia," ujarnya

Saat ini kita juga menggarap lagu Kerinci baru bersama Ardika Cs, yang direncakan akan diterbitkan pertengahan tahun ini.

Rony, pemilik studio rekaman Rony Music seorang penyanyi baru seperti Ardika warga koto Baru Rawang lebih menggugah emosi. Ia mengakui dari lima almbum lagu Kerinci yang dikeluarkan, lagu ciptaam Ujang Francis yang dibawakan Ardika dan lagu Atmajar Idris cukup larisi dipasaran.

Industri musik di Kabupaten Kerinci masih eksis. Berbagai jenis album lagu daerah Kerinci jenis tale, solo, klasik dan kocak tetap ramai beredar di pasaran. Satu di antara album lagu terlaris saat ini yakni 'Malang Munimpo'. Album yang dicetak Rony Music Record Kerinci sejak akhir 2016 lalu sampai sekarang telah laku terjual 7 ribu keping. Kehadiran Ardika, penyanyi baru dengan keterbatasan fisik, namun memiliki suara yang tak kalah dengan artis lainnya, ini menjadi ciri khas dalam album tersebut.
Industri musik di Kabupaten Kerinci masih eksis. Berbagai jenis album lagu daerah Kerinci jenis tale, solo, klasik dan kocak tetap ramai beredar di pasaran. Satu di antara album lagu terlaris saat ini yakni 'Malang Munimpo'. Album yang dicetak Rony Music Record Kerinci sejak akhir 2016 lalu sampai sekarang telah laku terjual 7 ribu keping. Kehadiran Ardika, penyanyi baru dengan keterbatasan fisik, namun memiliki suara yang tak kalah dengan artis lainnya, ini menjadi ciri khas dalam album tersebut. (ist)

Di samping itu, perkembangan lagu Kerinci lainnya juga masih tetap berkembanh. Dikatakan Ari, owner Yoga Studio bahwa dalam setahun, satu studio rekaman di Kerinci dan Sungai Penuh bisa mengeluarkan tiga sampai empat album. "Sebenarnya musiman juga tergantung moment. Satu studio rekaman di kerinci dalam setahun bisa mengeluarkan tiga atau empat album," jelasnya

Ia mengatakan lama proses rekaman tergantung jumlah dan durasi album. Perbedaan panjang almbum misalnya lagu solo, kocak dam tale remix. "Biasanya paling cepat satu album dua bulan," sebutnya

Sedangkan teknisnya dengan sistem kontrak. "Misalnya produser tahu siap satu master. Tapi ada juga yang mengontrak studio," ungkapnya

Pria yang sudah senior didunia musik kerinci ini mengatakan, saat ini untuk lagu daerah kerinci yang cukup banyak yang populer dikalangaan masyarakat. Apalagi wilayah kerinci dan Sungai Penuh yang beragam bahasa. "Lagu yang populer sebenarnya tergantung pilihan masyarakat, cukup banyak lagu baru maupun lagu lama daerah kerinci yang masih populer," jelasnya.

Namun menurutnya untuk jenis lagu solo yang pernah populer, sampai saat ini yakni lagu kerinci berjudul 'Kato Harap' yang dicitakan dan dibawakan oleh Marsan Jufri. Lagu ini juga pernh dijadikan dalam empat bahasa. Lagu dengan bahasa Kerinci, Minang, bahasa jambi, dan bahasa Medan. (Hendri dede)

Penulis: hendri dede
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help