TribunJambi/

Musibah Banjir

Normalisasi Sungai Belum Optimal, Padi Terendam

Setelah pelaksanaan normalisasi Sungai Bendar Baru di Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh setahun yang lalu.

Normalisasi Sungai Belum Optimal, Padi Terendam
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Setelah pelaksanaan normalisasi Sungai Bendar Baru di Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh setahun yang lalu, kondisi sungai yang menjadi sumber air lahan padi sawah milik warga desa Pinggir Air Debai, Tanjung Karang dan Tanah Kampung tersebut tertutup oleh sejumlah tumbuhan air seperti enceng gondok dan sampah.

Pantauan di lapangan, sejak beberapa hari belakangan ini, terutama setiap hujan mengguyur Sungai Penuh, air sungai mulai naik dan merendam lahan padi sawah yang ada di desa Debai dan Desa Pinggir air.

Seorang warga Desa Debai, Alpi membenarkan sebelum normalisasi yang dilaksanakan Pemerintah Kota sungai Penuh, lahan padi sawah warga desa Debai selalu jadi langganan banjir. Namun beberapa waktu setelah normalisasi luapan air sungai mulai teratasi. Baru beberapa minggu belakangan ini, sungai bandar baru Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai permasalahan luapan air sungai bendar baru kembali berulah kembali dengan merendam lahan milik petani padi sawah di desanya.

"Kini sungai sudah ditutupi teratai dengan padat, sehingga pas hujan volume air naik akibatnya air sungai kembali meluap," ungkapnya Jumat (17/3).

Menurutnya, selain permasalahan tingginya curah hujan, kembali meluapnya sungai bendar baru, dikarenakan tidak dilaksanakannya normalisasi secara menyeluruh terhadap sungai bendar baru Desa Debai.

Normalisasi sungai hanya dilaksanakan sepanjang beberapa ratus meter dari panjang sungai yang ada di Desa debai, sehingga tidak sampai ke titik sungai yang memang berarus deras. "Batas normalisasi dilaksanakan hanya sampai ke batas desa pinggir air, tidak sampai ke mudik air, sehingga arus airnya tidak berjalan dengan baik," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SDA Dinas PU Kota Sungai, Pian mengakui akan pelaksanaan normalisasi sungai bendar baru, namun berdasarkan informasi dari pelaksana, normalisasi sungai tidak bisa dilaksanakan secara menyeluruh, dikarenakan permasalahan teknis. "Normalisasi tidak bisa dilaksanakan sampai ke Tanah Kampung, dikarenakan kondisi lahan tempat alat berat berdiri yang tidak memungkinkan. Kondisi lahan sangat berisiko," sebutnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help