Pasca Dugaan Mark Up Poktan, Dispertan Sarolangun akan Perketat Pemberian Bantuan

Joko tak mau banyak komentar soal kasus tersebut, karena bukan terjadi di masanya. Diketahui ia baru saja dilantik dua bulan lalu.

Pasca Dugaan Mark Up Poktan, Dispertan Sarolangun akan Perketat Pemberian Bantuan
TRIBUN JAMBI/AWANG AZHARI
ilustrasi/lahan pertanian padi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Masalah hukum yang dialami lima kelompok tani di Kabupaten Sarolangun, dijadikan pelajaran berharga oleh Kepala Dinas Pertanian Sarolangun yang baru, Joko.

Joko tak mau banyak komentar soal kasus tersebut, karena bukan terjadi di masanya. Diketahui ia baru saja dilantik dua bulan lalu.

Ia menyerahkan secara penuh pertanggung jawaban masalah itu ke pimpinan Dinas Pertanian sebelumnya.

Ke depan menurutnya, tahapan pemberian bantuan ke kelompok tani akan lebih selektif, sehingga apa yang terjadi di lima kelompok tani tersebut tidak lagi terulang.

"Kami akan perketat proses pemberian bantuan kepada Poktan, disesuaikan dengan aturan yang berlaku," katanya kepada Tribun, beberapa hari lalu.

Tidak akan serampangan dalam pemberian bantuan pemerintah, karena itu menurutnya perlu perencanaan yang matang.

Kemudian proses pelaksanaan tidak sepenuhnya diserahkan ke Poktan atau PPL, perlu pengawasan yang lebih ketat oleh Dinas.

"Pelaksanaannya harus benar-benar tepat, dan diawasi secara ketat agar tidak menyinpang," ulas dia.

Diketahui selama ini proses pemberian bantuan kepada Poktan memang sangat mudah, dan proses pengawasan yang sangat minim, sehingga memang rawan terjadi penyimpangan.

Minimal 10 orang petani bisa membuat kelompok, yang ditetapkan oleh perangkat desa. Kemudian mereka mengajukan proposal bantuan ke dinas.

Selanjutnya menjadi kebijakan penuh dinas untuk menyalurkan bantuan tersebut, baik melalui anggaran APBD kabupaten, APBD provinsi atau APBN.

Penulis: awang
Editor: awang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved