Kejaksaan Negeri Sarolangun 'Garap' 5 Poktan Diduga Melakukan Mark Up

Hal ini disampaikan oleh Kasintel Kejari Sarolangun‎, Yayat, menurutnya kasus lima kelompok tani sudah ditangani oleh Divisi Pidana Khusus (Pidsus).

Kejaksaan Negeri Sarolangun 'Garap' 5 Poktan Diduga Melakukan Mark Up
TRIBUNJAMBI
ilustrasi/Petani sedang memanen padi yang ada di sawah-sawah. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun menggarap lima kelompok tani di Kecamatan Pelawan, Sarolangun, yang terlibat dalam dugaan penggelapan dana bantuan pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Kasintel Kejari Sarolangun‎, Yayat, menurutnya kasus lima kelompok tani sudah ditangani oleh Divisi Pidana Khusus (Pidsus).

Progresnya, selain melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pihaknya dan Inspektorat Kabupaten Sarolangun tengah menghitung kerugian negara atas dugaan korupsi di Poktan tersebut.

Sejauh ini ada beberapa item bantuan yang diduga digelapkan oleh kelompok tani, namun kejaksaan baru menangani satu kasus.

"Yang kita tangani sekarang soal program ‎bantuan GP-PTT, atau tanam legowo," kata Yayat kepada Tribun, beberapa hari lalu.

Sebelumnya, saat kasus masih pemberkasan atau pul data di Divisi Intel, Yayat menyebut sudah melakukan pemeriksaan awal terjadap lima kelompok tani tersebut.

Hasil pemeriksaan itulah yang dijadikan dasar peningkatan kasus di Pidsus.

Untuk diketahui, ‎program GP-PTT merupakan lanjutan dari SL-PTT ( Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) yang telah dilakukan pada tahun 2008-2014. 

GP-PTT memfokuskan pada pengembangan budidaya berdasarkan lokasi atau kawasan. Jika pada SL-PTT pemerintah hanya memberikan fasilitasi bantuan biaya tambahan di luar saprodi saja, sedangkan pada GP-PTT pemerintah memberikan bantuan saprodi lengkap dan biaya untuk kegiatan pertanian lainnya.
 

Fokus GP-PTT adalah pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan khusus padi, jagung, dan kedelai. Dalam kawasan tersebut diharapkan terjadi peningkatan produksi pertanian. (zha)

Penulis: awang
Editor: awang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved