Penjualan Sepeda Motor Domestik Kembali Ngerem

Penjualan sepeda motor domestik belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Jangankan membaik, penjualan justru turun.

Penjualan Sepeda Motor Domestik Kembali Ngerem
TRIBUN JAMBI/RYAN AIDILFI AFRIANDI
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Penjualan sepeda motor domestik belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Jangankan membaik, penjualan justru turun. Merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan dua bulan pertama tahun ini semakin melemah.

Februari 2017 lalu, penjualan motor tercatat 453.763 unit, turun 15,66% ketimbang penjualan Februari 2016 sebanyak 524.864 unit. Jika di total dalam dua bulan pertama tahun ini, penjualan sepeda motor tercatat 927.642 unit, turun 1,45% ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 941.127 unit.

M Abidin, GM After Sales Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bilang, penurunan penjualan karena penjualan di diler terganggu. Gangguan penjualan disebut-sebut karena Surat Edaran (SE) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No1/SEOJK.05/2016 tentang Tingkat Kesehatan Keuangan Pembiayaan.

Menurut Abidin, aturan yang mengatur lembaga pembiayaan itu berdampak pada diskon harga jual sepeda motor di diler. "Sehingga ruang gerak penjualan terbatas, dan daya beli belum membaik," kata Abidin kepada KONTAN, Jumat (10/3).

Meski penjualan turun, Abidin menilai, data dua bulan tersebut bukanlah cerminan sampai akhir tahun. Sebab, penjualan sepeda motor biasanya akan membaik di semester kedua.

Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI bilang, penurunan penjualan terjadi karena waktu yang pendek ditambah libur pemilihan kepala daerah (pilkada) di Februari. Terkait aturan dari OJK, Sigit bilang aturan tersebut masih dipelajari. "Kami akan melihat penjualan Maret dan April nanti untuk memutuskan apakah ada revisi target atau tidak," kata Sigit. Tahun ini, AISI menargetkan penjualan sepeda motor naik 5% ketimbang penjualan tahun lalu sebanyak 5,9 juta unit.

Model sepeda motor yang memimpin pasar masih dipegang skutik. Setelah itu sepeda motor sport. Yohan Yahya, General Marketing and Sales 2 Wheels PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bilang, pasar sepeda motor cenderung stagnan karena daya beli belum pulih. "Suzuki melihat pasar motor stagnan atau tumbuh tipis," kata Yohan.

Namun, Yohan berharap, dominasi penjualan di Jawa bisa segera menular ke luar Jawa. "Saat ini harga komoditas sudah membaik, maka itu kami berharap pasar luar Jawa tumbuh," ujar Yohan.

Untuk tahun ini, Suzuki menargetkan penjualan 110.000 unit, atau naik dari realisasi penjualan tahun 2016 lalu sebanyak 85.308 unit. "Tahun ini kami mengandalkan penjualan dari GSX dan Satria," jelas Yohan.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help