Kasus Pungli

Empat Pelaku Pungli Ditangkap dari 2 Pos Organda

Pelaku pungutan liar tidak akan bisa tenang lagi di Kabupaten Bungo. Karena Polres Bungo belakangan gencar mengincar

Empat Pelaku Pungli Ditangkap dari 2 Pos Organda
TRIBUN JAMBI/MUHLISIN

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pelaku pungutan liar tidak akan bisa tenang lagi di Kabupaten Bungo. Karena Polres Bungo belakangan gencar mengincar pungli yang meresahkan masyarakat ini.

Selama dua hari, Kamis hingga Jumat (9-10/2), empat orang pelaku pungli disikat Polres Bungo.  Mereka diamankan dari dua pos Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bungo.

Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Afrito Marburo Macan, mengatakan tangkapan pertama adalah dari pos organda Simpang Soumel Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas. Tiga orang diamankan dari tempat ini.

"Ya, yang dari Pos Organda Simpang Soumel ada tiga orang yang kita amankan. Sekalian lengkap dengan beberapa barang bukti," ujar Arito, Jumat siang.

Afrito mengatakan penangkapan di Simpang Soumel dilakukan Kamis sore. Sekira pukul 15.00 WIB polisi melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap ketiga pelaku.

Dua pelaku adalah warga Dusun Sungai Tembang. Yakni Erizon alias Eri (41) dan Junaidi alias Ateng (38). Satu pelaku lainnya warga Dusun Sungai Mancur, Saparudin (34).

"Dari penangkapan ini kita amankan beberapa barang bukti. Yakni beberapa block karcis Organda Bungo, satu buah stempel organda, kalender dan juga ada uang tunai Rp 77 ribu," ujar Afrito.

Satu pelaku lainnya adalah Safudin alias Udin (53). Namun Udin ditangkap di tempat di tempat dan waktu berbeda. Yakni Jumat pagi sekira jam 08.55 WIB di pos organda depan pabrik PT BMM, Babeko.

Udin, ujar Afrito, adalah warga Dusun Sungai Buluh Kecamatan Rimbo Tengah. Barang bukti dari penangkapan Udin berupa 1,5 block karcis Organda Kabupaten Bungo. Juga ada satu buah bundel surat izin bongkar muat barang dalam Kota Muara Bungo yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kabupaten Bungo.

"Kami Juga kita mengamankan barang bukti lainnya berupa satu buah buku Perda nomor 10 tahun 2011 dan uang tunai Rp 460 ribu," ujar Afrito lagi.

Modus pungli di kedua tempat ini sama. Yakni memungut uang kepada sopir angkutan yang lewat atau masuk. Jumlahnya bervariasi antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per mobil.

"Kita proses atas dugaan pelanggaran Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2016 tentang pelaksanaan sapu bersih pungutan liar atau pungli," ujarnya lagi.

Penulis: muhlisin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help