TribunJambi/

Lakalantas

Antar Orangtua Berobat ke Malaysia, Dua Warga Kerinci Ini Malah Kritis Setelah Kecelakaan

Niat ingin mengantarkan orangtua berobat di Malaysia, malah berujung dirawat di rumah sakit. Hal ini dialami dua warga Kerinci

Antar Orangtua Berobat ke Malaysia, Dua Warga Kerinci Ini Malah Kritis Setelah Kecelakaan
ISTIMEWA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Niat ingin mengantarkan orangtua berobat di Malaysia, malah berujung dirawat di rumah sakit. Hal ini dialami dua warga Kerinci yang menjadi korban Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di Malaysia. Informasi yang didapat di lapangan, diketahui kedua korban tersebut bernama Heni Arista dan Emelia.

“Bukan TKI, tapi mereka baru datang ke Malaysia. Kedatangannya bukan untuk bekerja, namun mengantar orangtua mereka berobat,” kata Faisal Anas, Ketua Ikatan Keluarga Besar Sakti Alam Kerinci (Ikebsak) Malaysia, Rabu (8/3).

Ia mengatakan saat ini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Keduanya sedang dirawat di rumah sakit Selangor, Malaysia, karena menderita luka yang cukup parah. "Sampai sekarang kondisi keduanya belum stabil, dan dalam masa perawatan di rumah sakit,” kata Faisal Anas.

Ia menuturkan kecelakaan naas tersebut, terjadi sekitar pukul 6.00 WIB. Mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba ditabrak lori (Truk) dari arah belakang. “Kami langsung datang ke rumah sakit, setelah mendapat laporan dari keluarga korban yang ada di Kerinci dan Jakarta,” ungkap Faisal.

Heni sendiri lanjutnya, merupakan puteri dari pemilik Toko Kurnia, yang merupaka toko elektronik terbesar di Kota Sungai Penuh. “Anggota Ikebsak terus memantau perkembangan kondisi pasien. Jika ada warga Kerinci yang mendapat masalah di Malaysia, kami akan berusaha membantu,” tegasnya.

Sedangkan proses pihak Polisi Diraja Malaysia masih berlanjut hingga saat ini. Pihak Ikebsak dan keluarga Kerinci yang berada di Malaysia masih melakukan proses pelaporan. "Iya kita prosesnya masih ditangani pihak kepolisian sini," katanya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help