Sudarto, Tukang Becak yang Selama 19 Tahun Sukarela Perbaiki Jalan Berlubang

Sejak tahun 1999, atau sudah 19 tahun lalu, dia menambal lubang jalan. Dia melakukan hal itu tanpa adanya paksaan serta tidak mengharapkan imbalan

Sudarto, Tukang Becak yang Selama 19 Tahun Sukarela Perbaiki Jalan Berlubang
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Sudarto (43) warga Grobogan, Jawa Tengah yang berprofesi tukang becak menambal jalan berlubang di wilayahnya, Rabu (8/3/2017). Sudah 19 tahun dia melakukan kegiatan itu tanpa paksaan, dan imbalan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi sekitar, Sudarto (43), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akhirnya "menghibahkan" dirinya untuk menambal jalan berlubang.

Sejak tahun 1999, atau sudah 19 tahun lalu, dia menambal lubang jalan. Dia melakukan hal itu tanpa adanya paksaan serta tidak mengharapkan imbalan.

Totok yang berprofesi sebagai tukang becak ini mengaku tak rela jika ada warga yang mengalami musibah akibat jalan rusak. Ketika dia melihat jalan rusak di sekitar rumahnya, dia bergegas untuk menambalnya.

“Tidak ada yang menyuruh. Hati saya tergerak sendiri, yang ada di pikiran saya bagaimana agar jalan bisa enak dilewati dan becak tidak rusak,” ujar Darto di sela menambal jalur berlubang di Purwodadi-Kuwu, Rabu (8/3/2017).

Dalam menambal lubang, dia menggunakan alat sederhana, yakni cangkul, sekop, dan palu besi. Sejumlah alat itu dibawa berkeliling menggunakan motor butut.

Jalan yang dilewati pun ditambal dengan caranya sendiri. Ketika ada jalan berlubang, dia mencari batu gamping yang melimpah di wilayah itu. Batu gamping lalu dipecah hingga menjadi kerikil kecil, lalu ditutupkan ke jalan berlubang.

Lubang yang ditutup kemudian diberi pasir dan disiram dengan air.

Totok mengatakan, seluruh alatnya juga dibeli dengan uangnya sendiri. Dia pun memperbaiki sejumlah ruas jalan yang rusak, terutama milik pemerintah kabupaten.

“Saya perbaiki jalan sejak tahun 1999. Sudah banyak sekali, dari Selo (Tawangharjo) – Gatak – Jambon Pulokulon,” tambahnya.

Dengan jalan bagus, Darto pun tak lagi harus menambal ban becaknya yang bocor. Selain itu, dia juga bisa membantu yang lain agar tidak mengalami kecelakaan.

“Kalau jalannya rusak kan, becak sering bocor, kadang roda melungkung,” ucapnya.

Sejak saat itulah, dia akhirnya bertekad agar kejadian itu tidak berulang ke warga yang lain.

Sebelum Darto, warga dari Sragen yang berprofesi sebagai pengamen, Mbah Sadiyo juga memperbaiki jalan secara sukarela. Dia menyisihkan penghasilannya sebagai seorang pemulung barang bekas, lalu digunakan untuk membeli semen dan pasir.

Niat memperbaiki jalan rusak itu dilatarbelakangi pengalaman Mbah Sadiyo yang pernah jatuh terperosok akibat jalan lubang pada tahun 2012. Sejak saat itu, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menambal lubang jalan yang terlihat.

Editor: bandot
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved