TribunJambi/

Penyalahgunaan Narkotika

Pengoplos Ekstasi di Makalam yang Kabur Terus Diburu Polisi

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jambi masih memburu daftar pencarian orang (DPO) kasus ekstasi oplosan,

Pengoplos Ekstasi di Makalam yang Kabur Terus Diburu Polisi
TRIBUN JAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jambi masih memburu daftar pencarian orang (DPO) kasus ekstasi oplosan, belum lama ini. 

Diketahui, pria yang diburu ini bernama Amin. Merupakan pemilik rumah di RT 19, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi.

Amin pun diketahui juga sebagai peracik ekstasi imitasi yang dicampur dengan paracetamol dan semen putih itu. 

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Jambi, Kompol Hernianto Eko Saputra.

"Kita masih memburu DPO itu," ujarnya saat dihubungi via ponsel, Senin (6/3).

Dalam kasus ini, dua orang tersangka pengedar narkotika jenis ekstasi oplosan masih diperiksa penyidik Satresnarkoba Polresta Jambi. 

Keduanya adalah Edi Candra alias Wak (48) dan Sulaiman alias Leman (38), warga Kecamatan Telanaipura.

Mereka diciduk di kediamannya masing-masing. Dari keterangan mereka pula polisi mengungkap dan menggerebek rumah milik Amin yang dijadikan home industri pembuatan ekstasi palsu.

Terhitung, 116 pil ekstasi disita oleh polisi. Sekitar 106 butir pil sudah dioplos dengan paracetamol. Kemudian dicampur dengan semen putih yang dipercaya sebagai perekatnya.

Setelah diproduksi, pil-pil ini kemudian disebar dengan harga Rp 400 ribu per butirnya ke tempat hiburan malam, bahkan ke luar Provinsi Jambi.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 112 - 114 Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help