Health and Beauty

Bayi Anda Gendut karena Sehat atau Obesitas? Ini Pembedanya

JIKA memiliki bayi atau balita yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas maka yang mesti dilakukan adalah

Bayi Anda Gendut karena Sehat atau Obesitas? Ini Pembedanya
Net

TRIBUNJAMBI.COM - JIKA memiliki bayi atau balita yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas maka yang mesti dilakukan adalah mengevaluasi status gizinya.

"Berikan gizi sesuai standar saja. Misal makan tiga kali sehari saja, jangan ditambah. Selingan jangan dikasih yang berkalori tinggi tapi cukup dengan buah atau sayuran," kata Dokter Spesialis Andak, dr Mustarim, S.PA.

Dijelaskannya, penanganan obesitas pada anak tidak sama seperti pada orang dewasa. Tidak boleh diberlakukan diet dengan hanya mengkonsumsi sayur dan buah saja karena anak masih dalam masa pertumbuhan.

"Caranya dengan mengurangi kalori. Kembali ke menu standar saja dengan meningkatkan aktivitasnya. Makan tetap 3 kali sehari boleh, sampai kenyang tidak apa-apa tapi tidak ada selingan makanan berat diantaranya," jelas dr Mustarim.

Orang tua juga harus mengajak anak bergerak lebih banhak seperti jika memiliki rumah dua lantai maka anak ditempatkan di lantai atas tanpa makanan. Jika ingin makan, anak harus turun sendiri. Ini selain bisa mengerem makannya juga membantu membakar lemaknya.

Hal-hal sederhana lain dapat dilakukan seperti anak diminta untuk selalu membuka pintu saat ada tamu atau mengambil koran saat diantar loper pada pagi hari.

Ciri-ciri Obesitas:

- Gemuk atau berat badannya di atas rata-rata berat normal
- Terjadi kenaikan berat badan tiap bulan di atas rata-rata
- Terdapat lipatan-lipatan pada tubuh terutama bagian dagu.
- Pipi tampak tembem, leher pendek atau relatif tak terlihat.
- Pada bayi laki-laki terjadi pembesaran payudara di dadanya
- Alat kelamin kecil karena penumpukan jaringan lemak di area kelamin

Dampak Negatif Kegemukan

- Adanya gangguan pertumbuhan pada tulang
- Pergerakan lebih lamban sehingga kesempatan bereksplorasi kurang
- Obesitas memungkinkan terjadinya nafas pendek
- Memicu terjadinya diabetes dan tekanan darah tinggi
- Akan mengalami masa pubertas yang lebih cepat atau lebih dini

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help