TribunJambi/

Penyalahgunaan Narkotika

Pemilik Rumah Pembuat Ekstasi Oplosan Kabur. Ini Kronologis Penangkapan Pengedar Narkoba Oplosan

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jambi menggerebek salah satu rumah di kawasan yang diduga

Pemilik Rumah Pembuat Ekstasi Oplosan Kabur. Ini Kronologis Penangkapan Pengedar Narkoba Oplosan
TRIBUN JAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jambi menggerebek salah satu rumah di kawasan yang diduga menjadi pabrik atau home industri (pembuatan) narkotika jenis ekstasi RT 19, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, Senin (27/2).

Penggerebekan dari dalam rumah papan itu didapati 115 butir pil ekstasi. Terdiri sebanyak 106 butir sudah dioplos dan 9 butir lainnya diduga masih murni. Selain itu, alat untuk membuat ekstasi, satu pipet besi, wadah, kaset CD yang sudah diberi merk ekstasi sesuai pesanan dan sejumlah HP. 

Rumah yang diketahui milik Amin yang diduga menjadi kaki bandar dari oknum nara pidana (napi) di dalam Lapas Klas IIA itu ternyata kosong. Amin diduga telah mengetahui bahwa rumahnya akan digerebek. 

Sebelumnya, polisi mengamankan terlebih dahulu Edi Candra alias Wak di kediamannya yang berada di Lorong Skip II, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Telanaipura. Dari situ, Wak bernyanyi bahwa dirinya tak beroperasi sendiri.

Hasilnya, anggota Satresnarkoba pun menjemput Sulaiman alias Eman di rumahnya yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Solok Sipin Kecamatan Telanaipura. Dari kedua tersangka mengakui bahwa ada pemain lainnya yang membuat ekstasi oplosan yang berada di kawasan Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar atau tepatnya di dekat Jembatan Makalam.

Alhasil, polisi pun menuju lokasi untuk melakukan penggerebekan yang dipimpin langsung Kasat Narkoba, Kompol Hernianto Eko Saputra.

Kata Eko, pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan anggota Satresnarkoba Polresta Jambi terhadap dua pengedar yang diduga jaringan Lapas Jambi, beberapa waktu lalu.

Dari kedua tersangka yang diamankan itu, Sulaiman merupakan residivis kambuhan.

"Kita mengamankan mereka berdasarkan pengembangan tersangka kasus sabu," ujarnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help