TribunJambi/

Harga Rumah Naik Triwulan I 2017

Pada triwulan I-2017, indeks harga rumah diperkirakan bakal mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen secara triwulanan atau melambat sedikit...

Harga Rumah Naik Triwulan I 2017
KONTAN
Ilustrasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Dalam Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Bank Indonesia (BI) memprediksi harga rumah pada triwulan I-2017 akan mengalami kenaikan yang melambat.

Hal itu sejalan dengan yang terjadi pada triwulan IV-2016. Dalam survei tersebut BI menuliskan pada periode itu harga rumah naik tipis.

Pada triwulan I-2017, indeks harga rumah diperkirakan bakal mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen secara triwulanan atau melambat sedikit dibandingkan pada triwulan IV-2016 sebesar 0,37 persen.

Lebih lanjut BI mencatat, kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe rumah. Kenaikan tertinggi pada rumah kecil sebesar 0,59 persen secara triwulanan dan kenaikan terendah terjadi pada rumah tipe besar, yakni hanya 0,10 persen dibandingkan triwulan IV-2016.

"Sementara berdasarkan wilayah, hampir semua kota mengalami kenaikan harga rumah kecuali Semarang yang mengalami penurunan harga rumah sebesar 0,05% sebagai strategi pemasaran dalam meningkatkan penjualan rumah hunian," tulis BI.

Sedangkan secara tahunan, harga rumah juga diprediksi akan mengalami kenaikan yang melambat.

Kenaikannya hanya sebesar 1,70 persen atau melambat dibandingkan triwulan IV-2016 yang mencatatkan angka kenaikan sebesar 2,38 persen.

Selain itu, berdasarkan tipe bangunan, rumah tipe kecil masih mengalami kenaikan tertinggi dengan catatan angka BI mencapai 2,58 persen dan Manado menjadi wilayah dengan kenaikan harga rumah tertinggi yakni sebesar 8,67 persen.

Dalam SHPR, BI juga menuliskan faktor-faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan bisnis properti di mata responden.

Di antaranya sebesar 19,91 persen menilai suku bunga KPR, 18,39 persen memilih uang muka rumah, 16,15 persen memilih perizinan, 13,76 persen memilih pajak, dan perihal kenaikan harga bahan bangunan sebesar 13,54 persen.

Sementara itu, berdasarkan lokasi proyek, suku bunga KPR tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 13,98 persen, sedangkan suku bunga KPR terendah berada di Aceh 10,79 persen.(Ridwan Aji Pitoko)

Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help