TribunJambi/

Tak Pernah Tersentuh Aspal, Ekonomi Warga Lima Desa Terganggu

Pembangunan yang diidam-idamkan masyarakat Kabupaten Sarolangun hingga saat ini belum sepenuhnya direalisasikan

Tak Pernah Tersentuh Aspal, Ekonomi Warga Lima Desa Terganggu
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
Mobil tim KPU Sarolangun yang terjebak satu malam di jalan Spintun Kecamatan Pauh saat membawa logistik hasil pilkada 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pembangunan yang diidam-idamkan masyarakat Kabupaten Sarolangun hingga saat ini belum sepenuhnya direalisasikan pemerintah. Kecamatan Pauh salah satunya, jalan yang menjadi akses warga lima desa untuk beraktivitas sehari-hari sejak dulu kala tidak pernah sedikitpun tersentuh aspal.

Buruknya akses jalan satu-satunya bagi warga Desa Lubuk Napal, Lamban Sigatal, Taman Bandung dan Pitko membuat masyarakat setempat kesulitan untuk keluar masuk menuju Kota Sarolangun atau ke daerah lainnya. Akibatnya, perekonomian daerah setempat terganggu karena semua kebutuhan menjadi lebih mahal akibat biaya yang mahal menuju wilayah tersebut.

"Ada lima desa di Kecamatan Pauh ini yang jalannya tidak pernah bagus, hanya dilakukan pengerasan saja oleh pemerintah. Apalagi kalau datang hujan lebat, hanya kendaraan tertentu saja yang bisa masuk menuju desa kami,” kata Anton salah satu warga Desa Lubuk Napal saat bertemu awak media, Sabtu (17/2).

Disampaikannya, bukan hanya akses jalan sebenarnya yang dikeluhkan masyarakat setempat. Namun aliran listrik yang belum sampai ke desa mereka juga menjadi keluhan.

“Di Kecamatan Pauh ini ada beberapa desa yang belum teraliri listrik. Ini juga sebenarnya menjadi harapan kami kepada pemerintah untuk diperhatikan,” harapnya.

Namun demikian kata Anto, jika memang harus memilih mana yang harus didahulukan antara akses jalan dengan aliran Listrik. Dia mengatakan, masyarakat lebih memilih perbaikan akses jalan agar tidak kesulitan untuk keluar masuk desa.

“Kami sangat rindu jalan kami ini diaspal. Sejak dahulu kala, jalan kami belum pernah diaspal. Akibatnya akses jalan sulit ditempuh, dan kendaraan kami juga sering rusak akibat dipaksa menempuh jalan yang ekstrem,” terangnya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap agar Bupati yang terpilih nantinya lebih proaktif dalam menjalankan program kerjanya dan mau memperhatikan desa-desa yang terisolir.

“Kami warga Lubuk Napal dan desa lainnya sangat berharap kepada Bupati yang terpilih mau memperhatikan desa kami. Jangan hanya karena Pilkada saja turun ke desa kami,” tegasnya.

Buruknya akses jalan menuju lima desa tersebut juga diakui oleh komisioner KPU Sarolangun, Asriadi. Dia mengungkapkan akibat akses jalan wilayah Spintun itu, Kecamatan Pauh rusak, anggota PPK sempat kesulitan menggangkut kotak suara dan surat suara dari Lima Desa di Kecamatan Pauh.

"Ada lima desa di Kecamatan Pauh seperti Desa Sipintun dan Desa- Desa lainnya yang sulit ditempuh karena memang akses jalannya rusak parah. Dan ini adalah salah satu penyebab bagi kami kesulitan mengangkut kotak dan surat suara karena memang kendaraan roda empat kami tidak bisa menempuhnya. Bahkan mobil pembawa hasil pemilihan kemarin terjebak satu malam karena tidak bisa melintas,” kata Asriyadi

Sementara itu Sekda Sarolangun, Thabroni Rozi dikonfirmasi mengenai kondisi jalan di Spintun tersebut mengakui mengalami kerusakan. Namun dia menyebutkan, pada tahun anggaran 2017 akan ada perbaikan jalan di wilayah tersebut.

“2017 ada dianggarkan untuk jalan di Spintun,” ucap Sekda.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help