TribunJambi/

Aktivitas PETI

Rp 300 Juta untuk Berantas PETI

Aktivitas Penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin, makin meluas. Padahal Pemerintah

Rp 300 Juta untuk Berantas PETI
TRIBUNJAMBI/MUHLISIN
Pondok kerja dan asbuk PETI yang dibakar aparat 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Aktivitas Penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Merangin, makin meluas. Padahal Pemerintah Kabupaten Merangin (Pemkab) sudah menghabiskan banyak dana untuk operasi PETI.

Meski sudah ratusan juta anggaran daerah habis karena PETI, namun Pemkab Merangin tetap menganggarkan kembali Rp 300 juta untuk pemberantasan PETI tahun 2017 ini.

Hal itu disampaikan Bupati Merangin, Al Haris ditemui sejumlah wartawan beberapa waktu lalu. Dia menyebutkan, Pemkab Merangin menganggarkan sebanyak Rp 300 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Merangin, khusus untuk membiayai operasi pemberantasan PETI di 2017.

“Ya tetap kita anggarkan, tahun ini khusus untuk operasi pemberantasan aktivitasPETI kita anggarkan dari APBD sebanyak Rp 300 juta,” ungkap Al Haris.

Dikatakan Al Haris, Pemkab Merangin tetap menganggarkan dana untuk operasi PETI. Meski hasil dari dana yang dikeluarkan untuk pemberantasan PETI ini, belum sesuai dengan yang diharapkan.

“Kalau berbicara hasil, tentu ada yang berhasil dan ada juga yang tidak. Tapi kita berbicara soal kemanusiaan, jadi tetap kita anggarkan,” katanya.

Jika Pemkab tidak menganggarkan dana untuk pemberantasan PETI. Menurutnya, aktivitas PETI di Kabupaten Merangin justru akan terbiarkan dan bertambah parah.

“Kalau tidak kita anggarkan dan kita biarkan saja, tentu mereka seenaknya saja dan tambah parah,” katanya lagi.

Al Haris menambahkan, kedepannya agar dana operasi PETI lebih efektif, Pemkab akan merubah cara kerja pemberantasan PETI agar tepat sasaran operasi di lapangan.

“Nanti kita tidak perlu lagi apel besar-besaran, kita coba diam-diam beberapa orang dulu setelah baru kita tangkap pelakunya,” sebutnya.

Sementara waktu lanjutnya, Pemkab meminta pihak kecamatan dan desa untuk dapat menjaga daerahnya. Agar alat berat tidak bisa masuk ke wilayah kecamatan dan desanya masing-masing.

“Sementara waktu kita minta Camat dan Kades untuk menjaga ketat derah mereka, jangan sampai ada lagi alat berat yang masuk,” tambahnya.

Tags
PETI
Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help