TribunJambi/

Potong Mayat Pakai Gergaji, Penjual Tisu Akan Jalani Hukuman Gantung

Dua lelaki warga negara Pakistan akan menjalani hukuman gantung di Singapura, dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi.

Potong Mayat Pakai Gergaji, Penjual Tisu Akan Jalani Hukuman Gantung
Straitstimes
Rasheed Muhammad (merah) digiring oleh polisi di Rowell Road, Singapura pada 19 Juni 2014. 

TRIBUNJAMBI.COM -Dua lelaki warga negara Pakistan akan menjalani hukuman gantung di Singapura, dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi.

Dua pedagang tisu pinggir jalan, Rasheed Muhammad (45) dan Ramzan Rizwan (28) terbukti membunuh rekan mereka, Muhammad Noor di tahun 2014.

Vonis hukuman mati dijatuhkan hakim Pengadilan Tinggi dalam persidangan di Singapura, Jumat (17/2/2017).

"Seperti foto-foto dan bukti berupa bagian kaki dan torso menunjukkan, baik Rasheed maupun Ramzan melakukan perbuatan itu setelah pembunuhan," kata Hakim Choo Han Teck saat membacakan pertimbangannya.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Singapura, pembunuhan diganjar dengan hukuman mati dengan cara digantung.

Diberitakan AFP, Rasheed dan Ramzan datang ke Singapura pada bulan Mei 2014 dan bertahan hidup dengan berjualan tisu di pinggir jalan. 

Di laman straitstimes.com diceritakan, setelah membunuh korban dengan cara membekap dengan kaus, mereka mengambil uang sebesar 6.000 dollar Singapura

Korban berusia 59 tahun itu kemudian digergaji menjadi dua bagian. Pelaku memotong kedua kaki Noor dan lalu menempatkan potongan mayat itu dalam dua koper.

Sebuah koper berwarna hitam berisi potongan kaki ditinggal di pemakaman di Jalan Kubor Muslim dekat Victoria Street.

Lokasi itu berjarak sekitar satu kilometer dari tempat pembunuhan.

Halaman
12
Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help