Meski Tangannya Tak Sempurna, Pria Ini Tetap Bekerja Layaknya Orang Normal

Seseorang yang kondisi fisiknya sehat dan sempurna, tetapi lebih memilih menganggur memang sangat mengherankan.

Meski Tangannya Tak Sempurna, Pria Ini Tetap Bekerja Layaknya Orang Normal
Facebook/ Didik Zukiyaki
Semangat pria di Bali ini bikin netizen kagum, meskipun tangannya tak sempurna, ia bisa bekerja jadi tukang bangunan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Seseorang yang kondisi fisiknya sehat dan sempurna, tetapi lebih memilih menganggur memang sangat mengherankan.

Seharusnya mereka lebih banyak bercermin dari lingkungan sekitar, terutama dari orang-orang yang tak diberi kesempurnaan fisik, agar bisa lebih bersyukur.

Salah satu yang patut dijadikan contoh adalah seorang pekerja bangunan di Bali, yang fotonya ramai dibicarakan di dunia maya.

Tangan kanannya memang tidak memiliki jari-jari seperti orang kebanyakan, tapi ia bisa bekerja menjadi tukang bangunan dan bahkan dapat mengangkat beban berat.

Fotonya saat sedang sibuk bekerja dibagikan neter Didik Zukiyaki di grup Info Warga Jember, Minggu (12/2/2017).

Terlihat, pria itu menggunakan tangan kiri saat sedang memasang konblok. Namun ketika mengangkat beban, ia bisa memanfaatkan kedua tangannya.

"Aku jadi minder gara-gara orang ini. Aku yang hidup dengan kondisi fisik yang normal aja malas kerja, sedangkan orang ini mempunyai fisik yang kurang sempurna bisa kerja seberat ini."

"Doakan orang ini semoga orang ini diberi rejeki yang lancar dan diberi kekuatan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya," tulis Didik.

Saat berhasil dikonfirmasi, Didik membenarkan bila foto itu diambil di Denpasar, Bali. Namun, ia juga tak terlalu mengenal pria itu.

Sejumlah netizen yang melihat postingan ini pun salut dengan pria tersebut. Semangatnya untuk bekerja patut untuk dicontoh.

Agus Heru: "kemauan bekerja dan kerja keras, konsisten apa telah dikerjakan."

Rahman Canter: "patut dicontoh."

Riski Sebastian: "support selalu untukmu pak. Amin." (*)

Tags
Bali
pria
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help