EDITORIAL

Menjadi Kesatria

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) di tiga daerah di Provinsi Jambi sudah hampir rampung. Setelah pemungutan suara, kita tinggal menunggu hasil rekapit

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) di tiga daerah di Provinsi Jambi sudah hampir rampung. Setelah pemungutan suara, kita tinggal menunggu hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang akan rampung dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan hitung cepat yang dilakukan oleh pasangan calon maupun lembaga survei, Pilkada di Muarojambi, Tebo, dan Sarolangun, hanya berlangsung satu putaran. Hal ini karena peraih suara tertinggi mendapatkan perolehan suara lebih dari 30 persen, termasuk di Muarojambi yang diikuti empat pasangan calon.

Semua pasangan calon sudah bisa menghitung sendiri raihan suaranya, karena semuanya memiliki saksi-saksi di TPS. Saksi telah mengirimkan perolehan hasil ke pusat informasi yang dibentuk oleh pasangan calon. Dengan demikian, pasangan calon sudah tahu berapa persen perolehannya, dan berapa yang diraih oleh pesaingnya.

Kita bersyukur proses pilkada yang berlangsung kali ini berjalan dengan relatif aman dan lancar. Hal ini tentu tak terlepas dari persiapan yang sudah bagus yang dilakukan oleh penyelenggara, dan juga pengamanan dari aparat penegak hukum, juga tak terlepas dari sikap para pasangan calon.

Memang masih ada beberapa catatan kritis dalam pilkada ini, namun catatan itu kiranya jadi bahan untuk lebih baik ke depan. Misalnya saja undangan yang tidak sampai, atau hal-hal lainnya dalam teknis pelaksanaan. Semua itu bisa jadi bahan evaluasi agar ke depan bisa lebih baik dari saat ini.

Mereka yang bertarung dalam pilkada juga telah menunjukkan sikap yang pantas untuk dihargai. Massa pendukung telah ditenangkan, agar suasana tetap kondusif. Beberapa orang bahkan telah menyatakan sikap legowo atas hasil pilkada, dan telah menyatakan selamat kepada pemenang. Kita tak bisa bayangkan apa yang akan terjadi bila mereka memprovokasi massa pendukungnya.

Pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi, seiring perjalanan waktu memang menunjukkan bentuk yang semakin dewasa. Rakyat sebagai subjek utama dari sistem demokrasi, telah memainkan peran pentingnya. Rakyat juga telah siap menerima kekalahan sang jagoan, dan telah mampu menunjukkan sebuah wajah persaudaraan di tengah perbedaan politik.

Rakyat telah menjadi kesatria. Demikian juga dengan pasangan calon, yang telah berjuang hingga keringat mengucur deras tiap hari, sudah mulai siap dengan kekalahan. Mereka telah menjadi kesatria, yakni mampu menerima kekalahan, walau itu jelas-jelas sangat tidak menyenangkan.

Kita juga melihat bagaimana di Ibu Kota negara, saat AHY-Silvi tersingkir di putaran pertama, secara gentlement mengakui kekalahan. Mereka bahkan mengucapkan selamat kepada dua pasang yang maju ke putaran kedua. Padahal kita sama-sama melihat, betapa panasnya Pilkada DKI.

Proses panjang demokrasi ini kiranya bisa semakin menumbuhkan jiwa-jiwa kesatria di hati tiap orang di negeri ini. Bila yang berjiwa kesatria semakin banyak, kita tidak akan lagi terkotak-kotak setelah pemilihan semacam pilkada sudah selesai. (*)

Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help