TribunJambi/

Jebak Bupati Bengkulu dengan Narkoba, Pejabat BNNP Ini Jadi Tersangka

Herly Yudianto bersama mantan Sekda Bengkulu Selatan Rudi Zahrial menjadi tersangka dalam dugaan peletakan narkoba di ruang kerja Bupati Bengkulu

Jebak Bupati Bengkulu dengan Narkoba, Pejabat BNNP Ini Jadi Tersangka
kompas.com/Firmansyah
barang bukti benda mirip sabu dan pil ditemukan BNN dalam penggeledahan ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud 

TRIBUNJAMBI.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu menetapkan mantan Kepala Bidang Pemberantasan Norkoba BNNP Bengkulu AKBP Herly Yudianto bersama mantan Sekda Bengkulu Selatan Rudi Zahrial menjadi tersangka dalam dugaan peletakan narkoba di ruang kerja Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Bengkulu, AKBP Marlian Ansori, di Kota Bengkulu, Jumat (17/2/2017) menyebutkan, penetapan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan hasil rekonstruksi.

"Keduanya disangkakan pasal 112, pasal 113 dan pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman di atas lima tahun kurungan," kata dia.

Dengan penetapan tersebut, BNN sudah menetapkan tujuh orang tersangka. Sebelumnya juga sudah ditetapkan lima orang tersangka di antaranya mantan Bupati Bengkulu Selatan Reskan Effendi.

"Untuk Herly sekarang berada di Rutan BNN Pusat, Rudi di rutan Bengkulu," kata dia lagi.

Kasus ini bermula dari informasi yang diterima BNN Provinsi Bengkulu tentang adanya pesta narkoba di ruang Bupati Bengkulu Selatan pada 16 Mei 2016. Saat itu, BNN Bengkulu menerima informasi melalui jaringan telepon seluler dari masyarakat.

Saat penggerebekan, Bupati Dirwan Mahmud ternyata tidak berada di lokasi kejadian. Namun BNNP menemukan empat butir ekstasi dan satu paket kecil sabu-sabu di ruang kerja bupati.

"Setelah uji sampel rambut, darah dan urine seusai penggerebekan ruang kerja bupati, terbukti Bupati Dirwan Mahmud bersih dari narkoba 6 hingga 9 bulan ke belakang dari waktu kejadian," kata dia.

Penyelidikan berlangsung sampai awal Januari 2017, dan pada 20 Januari 2017 BNN Provinsi Bengkulu menetapkan mantan Bupati Bengkulu Selatan Reskan Effendi sebagai tersangka perihal temuan narkoba di ruang bupati tersebut.

Untuk motif, Reskan diduga hendak menggagalkan hasil Pemilihan Kepala Daerah yang dimenangkan oleh Dirwan Mahmud. Reskan juga merupakan kandidat calon Bupati Bengkulu Selatan 2016-2021.

Editor: rahimin
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help