Jokowi Diminta Kendalikan Luhut Panjaitan agar Tak Terlalu Banyak Turut Campur

Partai Gerindra meminta Presiden Joko Widodo mendinginkan suasana Pilkada DKI serta menunjukkan sikap netral.

Jokowi Diminta Kendalikan Luhut Panjaitan agar Tak Terlalu Banyak Turut Campur
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo berpidato membuka kompetisi Piala Presiden 2017 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (4/2/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM - Partai Gerindra meminta Presiden Joko Widodo mendinginkan suasana Pilkada DKI serta menunjukkan sikap netral.

Demikian dikatakan Waketum Gerindra Arief Poyuono melalui pesan singkat, Selasa (7/2/2017).

"Selain itu juga Joko Widodo harus bisa kendalikan Luhut Panjaitan yang nota bene adalah anggota kabinet pemerintah pusat untuk tidak terlalu banyak turut campur dan cawe-cawe permasalahan hukum yang sedang dihadapi Ahok," kata Arief.

Arief menilai kedatangan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan ke rumah KH Maruf Amin dianggap publik sebagai ketidaknetralan dari pihak Joko Widodo dalam pilgub DKI Jakarta.

Arief lalu mengingat prediksi mantan Kepala BIN AM Hendropriyono tahun lalu yang mengatakan stabilitas politik di RI sedang mengalami gangguan, menjelang Pilkada di DKI.

"Instabilitas dapat membuat negara terperosok, dari keadaan tertib sipil ke dalam darurat sipil. Artinya kerusuhan sosial akibat Pilgub DKI akan sangat berpotensi terjadi," kata Arief.

Arief mengaku telah mengecek ke masyarakat di Jakarta yang mulai terjadi suasana yang kurang kondusif dan mengarah pada kerusuhan sosial.

Contoh lainnya, sekelompok massa sudah menyerbu dan mendemo rumah kediaman SBY di Kuningan, Jakarta Selatan

"Karena itu saya mengimbau Presiden Joko Widodo untuk segera turun tangan untuk mendinginkan suasana jelang Pilgub Jakarta," kata Arief.

Arief juga mengaku ditanya oleh koleganya di luar negeri mengenai situasi Jakarta jelang Pilkada serta kemungkinan adanya potensi kerusuhan sosial yang mengarah pada sentimen SARA.

"Jangan biarkan api dalam sekam terus membara nanti kalau terjadi kerusuhan akibat pilkada Jakarta, nama Joko Widodo sebagai presiden akan tercoreng dan akan banyak dampak negatif terhadap perekonomian nasional seperti bisa terjadi capital flight dan rush di perbankan secara besar-besaran. Apalagi saat ini kondisi ekonomi nasional lagi menuju ancaman krisis," jelas Arief.(*)

Editor: fifi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved