Netizen Bandingkan Perbedaan Jokowi dan SBY Merespon Isu Penyadapan

Dugaan penyadapan yang disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono terhadap dirinya tengah menjadi buah bibir di kalangan publik.

Netizen Bandingkan Perbedaan Jokowi dan SBY Merespon Isu Penyadapan
KOMPAS.COM/SABRINA ASRIL
Presiden Joko Widodo bertemu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Dugaan penyadapan yang disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono terhadap dirinya tengah menjadi buah bibir di kalangan publik.

Saat itu, SBY merespon pernyataan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan kuasa hukumnya yang menuduh ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin diminta SBY menerbitkan fatwa.

Pernyataan tersebut disampaikan suami Ani Yudhoyono itu dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017) petang.

Di pernyataan itu pula, SBY mengaku percakapannya dengan Ma'ruf merasa disadap dan itu merupakan suatu kejahatan yang besar.

"Berangkat dari pernyataan pihak Pak Ahok yang memegang bukti atau transkrip atau apapun yang menyangkut antara percakapan saya dan Pak Ma'ruf, saya nilai itu adalah sebuah kejahatan karena itu adalah penyadapan ilegal," ujar SBY.

Soal penyadapan ini bukanlah hal yang baru bagi SBY.

Ia mengaku sebelumnya sudah ada yang memberitahu bahwa ada informasi soal SBY saat ini tengah disadap.

Bahkan ada sejumlah teman baiknya yang kini enggan menerima panggilan telepon darinya.

"Sahabat dekat saya tidak berani menerima telepon saya, karena diingatkan oleh seseorang dari lingkungan kekuasaan, 'hati-hati telepon kalian disadap,'" ujarnya.

Kalau memang betul pernyataan Ahok bahwa dirinya punya bukti percakapan telepon, menurut Presiden RI ke 6 itu harus diketahui siapa gerangan yang melakukan penyadapan tersebut.

Halaman
1234
Editor: awang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved